Sabtu, 2 Mei 2026

Ditangkap atas Tuduhan Korupsi, Pangeran Arab Saudi ini Tolak Serahkan Harta Demi Bebas

banyak pangeran yang dilaporkan telah mencapai kesepakatan finansial untuk penyelesaian kasus sebagai imbalan untuk kebebasan mereka.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
(AFP/Ishara S Kodikara)
Pangeran Arab Saudi Al Waleed Bin Talal bin Abdulaziz al Saud. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Pangeran Arab Saudi, Al Waleed Bin Talal, yang ditangkap atas tuduhan korupsi, menolak penyelesaian kasus dengan menyerahkan harta demi kebebasannya.

Middle East Monitor mengutip Financial Times pada Senin (18/12/2017) melaporkan, Pangeran Al Waleed akan berupaya melawan tuduhan korupsi yang menimpanya.

Dia juga telah menyewa pengacara untuk menyelesaikan kasusnya.

(Baca: Miliki Kelab Malam Hingga Patung dari Marmer, Begini Mewahnya Rumah Pangeran Arab)

Pangeran Al Waleed ditangkap bulan lalu bersama lebih dari 200 orang lainnya, termasuk anggota keluarga kerajaan dan pejabat senior dalam program pembersihan korupsi terbesar dalam sejarah kerajaan Saudi.

Namun, banyak pangeran yang dilaporkan telah mencapai kesepakatan finansial untuk penyelesaian kasus sebagai imbalan untuk kebebasan mereka.

Dengan pemberantasan korupsi, pemerintah Saudi ingin mengamankan uang 100 miliar dolar AS untuk membiayai defisit anggaran negara.

(Baca: Pangeran Arab Jadi Pembeli Lukisan Yesus Termahal Dunia Karya Da Vinci)

Laporan lain menyebutkan, seorang bankir yang dekat dengan Al Waleed mengklaim pangeran Arab itu akan melakukan kesepakatan dengan pihak berwenang Saudi untuk menjamin kebebasannya.

Artinya, Al Waleed harus melepaskan sebagian hartanya.

Kekayaan Al Waleed telah mengalami penurunan dramatis sejak penangkapannya.

Dengan kekayaannya, Pangeran Al Waleed membantu banyak institusi keuangan dan perbankan selama bertahun-tahun, terutama bank Citigroup asal Amerika Serikat, melalui perusahaan Kingdom Holding Company.

(Baca: Bayar Uang Kesepakatan, Sejumlah Pangeran Arab Saudi Bebas dari Penjara Antikorupsi)

Financial Times menyebutkan miliaran dolar AS telah hilang dari kantong investor terkenal di Arab Saudi itu.

Kekayaan bersih Al Waleed berkurang hingga 2 miliar dolar AS menjadi 16 miliar dolar AS atau Rp 217,2 triliun.

Kingdom Holding Company juga kehilangan hampir seperlima asetnya menjadi 8,5 miliar dolar AS.

Pangeran Alwaleed merupakan cucu dari Ibnu Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi.

(Baca: Usai Ditangkap Karena Korupsi, Pangeran Arab Saudi Sekaligus Orang Terkaya Dunia Tidur di Lantai)

Ia memulai kerajaan bisnisnya dengan modal 30.000 dolar AS yang didapat dari ayahnya dan 300.000 dollar AS yang didapat dari pinjaman.

Kemudian, pada tahun 2005, kekayaannya mencapai 10 miliar dollar AS.

Oleh karena itu, ia diberi julukan "Buffet of Arabia" atau miliuner dari Arab. (Middle East Monitor)

Baca: Koleksi Saham Teknologi yang Bikin Pangeran Alwaleed Kaya Raya, dari Twitter hingga JD.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved