Opini
Perempuan Berkarakter
JEPANG merupakan negara paling maju di negara Asia. Seiring kemajuan negara yang dikenal Matahari terbit ini
Perempuan dalam agama
Segala bentuk yang yang dilakukan seorang perempuan asalkan itu untuk kemaslahatan umat manusia berarti bernilai ibadah. Dalam buku Tauhid: It Implications for Though and Life, Ismail Raji Al Faruqi menulis, “Karier sebagai ibu rumah tangga menuntut pendidikan yang sama atau malah lebih dibanding karier apapun di luar rumah. Karier mulia ini berkaitan dengan tugas merawat manusia, tua dan muda. dan ini adalah pekerjaan yang paling sulit di dunia.”.
Mengasuh serta mendidik anak merupakan amanah besar sekaligus media pengabdian parempuan, para ibu, kepada Sang Khaliq. Nabi Muhammad saw manusia pertama yang telah membredel ketertindasan perempuan di kala itu. Bahkan, Nabi Muhammad saw mengajarkan kaum perempuan hadir dalam berbagai urusan kenegaraan. Ayat 195 Surah Ali Imran menjamin kesetaraan laki-laki dan perempuan. Di dalamnya ditegaskan persamaan perlakuan oleh Allah Swt.
Rasulullah saw mendudukkan perempuan ke tingkat yang mulia, sehingga diharapkan karyanya menyejahterakan bangsa dan negara: Perempuan adalah tiang negara. Apabila baik, baiklah negara, apabila buruk maka hancurlah negara. Perempuan dalam pendampingan anak, terutama pendidikan agama menjadi wajib hukumnya. Karena kaum perempuanlah sosok ibu yang paling dekat dengan anak ketika masa pertumbuhan dan perkembangannya.
Peran perempuan sebagai orang tua sangat penting dalam mewarnai karakter anak yang akan datang. Hal ini juga ditegaskan dalam surat Ali Imran ayat 110. “Sepatutnya umat Islam memperhatikan pendidikan anak dan pembinaan individu untuk mencapai predikat ‘umat terbaik’, sebagaimana dinyatakan Allah ‘Azza wa Jalla dalam firman-Nya, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dariyang munkar...”
Anak adalah generasi penerus yang patut kita jaga dan kita berdayakan. Anak adalah mutiara yang akan memberikan pencerahan di masa depan. Ketika kita menengok perkembangan anak banyak hal serius yang kadangkala sering terlupakan, terutama moralitas anak. Pendidikan agama harus melekat pada anak sejak usia dini. Perempuan memiliki eksistensi sebagai pilar-pilar negara, sehingga keberadaannya penting dalam setiap segi kehidupan bangsa dan negara.
Perempuan seharusnya memprioritaskan keluarga dalam pendidikan anak, baik dalam lingkungan masyarakat yang multi kultural. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama dimana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut, apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya. Keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Keluarga merupakan batu fondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan memersiapkan generasi penerus yang cerdas, amanah dan bertakwa. Selamat Hari Ibu!
* Wintah, M.Si., Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan program Doktoral Ilmu Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Email: syuga_2006@yahoo.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-tim-penggerak-pkk-aceh-darwati-a-gani_20171205_091157.jpg)