Disdik Simeulue Temukan Ijazah Paket C Diduga Palsu

Penemuan ijazah palsu kembali menghebohkan warga di Kabupaten Simeulue

Disdik Simeulue Temukan Ijazah Paket C Diduga Palsu
Warta Kota
Ilustrasi 

SINABANG - Penemuan ijazah palsu kembali menghebohkan warga di Kabupaten Simeulue. Belum reda kasus 13 PNS Pemkab Simeulue yang terindikasi menggunakan ijazah palsu, kini muncul kasus oknum masyarakat yang ingin melegalisir ijazah paket C yang terindikasi palsu.

Ijazah paket C palsu itu ditemukan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Simeulue saat seorang warga mengajukan permohonan legalisir ijazahnya. Saat dicek, ijazah paket C yang diajukan warga itu ternyata tidak terdaftar pada bidang pendidikan luar sekolah (PLS) di Disdik Simeulue.

“Kita tolak leges karena ijazahnya tidak terdaftar, setelah kita cek datanya. Untuk meleges ijazah kita sangat hati-hati, jangan bermasalah di kemudian hari,” ujar Sekretaris Disdik Simeulue, Syamsuddin, kepada Serambi di Sinabang, Kamis (21/12).

Pihak Dinas, kata Syamsuddin, merasa heran dengan keberadaan ijazah tersebut, karena tidak masuk dalam data PLS tetapi ada yang memilikinya, dan bahkan hendak dileges untuk dipergunakan. Syamsuddin tidak menyebutkan nama orang yang akan melegasir ijazah ilegal tersebut. Tapi ia memastikan orang tersebut bukan berasal dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS).

Ia menduga, kemunculan ijazah paket C ilegal ini erat kaitannya dengan adanya pemilihan kepala desa maupun kaur pemerintahan desa yang sedang berlangsung di Simeulue saat ini. Karena, untuk menjabat kepala desa atau kaur pemerintahan desa, harus memiliki ijazah minimal SMA paket. “Dengan tegas kita tolak leges kalau memang tidak ada dalam data di dinas. Tapi kalau ada dalam data tetap dilayani,” tandasnya.

Dijelaskan Syamsuddin, ada orang yang bahkan terkesan memaksa minta dileges ijazahnya, namun setelah dijelaskan ijazahnya itu tidak ada dalam daftar PLS langsung terdiam dan meninggalkan Disdik saat itu juga. Kasus lainnya, ijazah paket C terdaftar tapi atas nama orang lain, bukan atas nama orang yang membawa untuk meleges. “Itu juga kita tolak untuk dileges,” kata dia.

Namun, sejauh ini, pihak Disdik Simeulue belum mengetahui darimana orang-orang tersebut memperoleh ijazah ilegal itu. “Tidak pernah ditanya dari siapa diperoleh ijazahnya, karena nanti bisa memicu keributan. Kita hanya memberikan penjelasan, ijazahnya tidak kita leges karena setelah dicek tidak masuk dalam daftar PLS,” imbuh Syamsuddin, yang turut diiyakan seorang pegawai di Disdik Simeulue.

Beberapa waktu lalu, warga Simeulue juga dihebohkan dengan banyaknya temuan penggunaan ijazah palsu di wilayah kepualauan itu. Bahkan, ada 13 oknum pegawai negeri sipil yang terbukti menggunakan ijazah palsu saat tes CPNS dulu.

Sekretraris Daerah (Sekda) Simeuleu, Drs Naskah Bin Kamar yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (6/12/2107) di Sinabang mengatakan, pihaknya sudah mengantongi 13 oknum PNS yang menggunakan ijazah palsu itu.

Naskah mengatakan, dalam waktu dekat, berkas 13 oknum PNS tersebut akan diserahkan kepada Bupati Simeulue untuk dilakukan proses selanjutnya. “Sudah ada 13 orang. Berkasnya akan diserahkan menunggu Pak Bupati yang lagi di luar daerah,” katanya.

Sebanyak 13 oknum itu sudah dipanggil tim khusus. “Hasilnya mereka akui setelah dipanggil langsung,” ujarnya.

Menurut Naskah, ada dua rekomendasi yang diajukan kepada Bupati Simeulue untuk dilakukan proses lebih lanjut, pertama diberhentikan dengan tidak hormat dari PNS dan kedua dikembalikan ke posisi semula kalau ia menggunakan ijazah palsu setelah lewat PNS serta mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved