Misteri Bintang Diduga Ada Alien Akhirnya Terungkap, Libatkan 200 Peneliti dan Berbiaya Mahal

Perilaku yang sulit dijelaskan ini membuat para astronom penasaran dan menyebut Boyajian sebagai bintang paling misterius di dunia

Editor: Muhammad Hadi
Para ilmuwan mengatakan peredupan aneh bintang KIC 8462852, yang juga dikenal sebagai Bintang Boyajian atau Bintang Tabbys, tidak sesuai dengan megastruktur asing yang membuat perubahan pada panjang gelombang cahaya 

Diterbitkan dalam jurnal Astrophysical Journal Letters, para peneliti mengungkapkan bahwa sebenarnya ada debu berputar di depan Boyajian yang membuat perilaku peredupannya menjadi aneh. 

Debu ini adalah debu kuno yang berasal dari sisa-sisa planet atau bintang yang hancur.

Baca: Seperti Apa Bentuk dan Rupa Alien? Begini Jawaban Para Peneliti dari University of Oxford

Baca: NASA Tawarkan Gaji Ratusan Juta Bagi Pelindung Bumi dari Alien, Berminat?

Baca: Penemuan: Ada Planet Layak Huni Terdekat di Seberang Kompleks Tata Surya Kita

"Ini adalah debu yang kuno, kita melihat debu ini tercipta lebih dari 1.000 tahun lalu. Hal ini hampir pasti disebabkan oleh sesuatu yang biasa, paling tidak pada skala kosmis," kata penulis dalam makalah seperti dikutip dari Independent, Rabu (3/1/2018).

"Debu kemungkinan besar menjadi alasan mengapa cahaya bintang tampak redup kemudian cerah. Data baru menunjukkan bahwa berbagai warna cahaya diblokir pada intensitas yang berbeda," kata Tabetha Boyajian, astronom yang namanya dipakai untuk bintang ini.

Baca: Ada Cincin Hitam Di Langit, Inikah Alien?

Baca: Tiongkok Bangun Teleskop Terbesar di Dunia untuk Lacak Alien

Baca: Mantan Presiden AS Pernah Gelar Pertemuan Dengan Alien

"Selama ini yang kita tahu adalah jika benda padat dan buram seperti megrastruktur alien lewat di depan bintang, maka hal itu akan menghalangi cahaya. Ternyata bintang ini tidak berperilaku seperti itu," kata Boyajian dilansir dari National Geographic, Rabu (3/1/2018).

Perilaku aneh bintang Tabby ditangkap oleh ilmuwan melalui sejumlah besar data yang dihasilkan oleh misi Kepler Nasa dalam pencarian planet baru pada 2011 silam.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved