Minggu, 19 April 2026

Tiga Kekeliruan Fatal yang Pernah Dilakukan Einstein Terkait Ilmu Pengetahuan

Tanpa mengabaikan jasa Albert Einstein untuk dunia ilmu pengetahuan, ada tiga kekeliruan besar yang pernah dialami

Editor: Fatimah
Albert Einstein.(BBC) 

SERAMBINEWS.COM - Dalam dunia ilmu pengetahuan, seorang ilmuwan akan meneliti dan menguji sebuah ide. Kadang penelitian berjalan mulus, tetapi sering juga ada kesalahan. Saat ada kesalahan, ilmuwan akan mencari pendekatan berbeda untuk memecahkan masalahnya.

Tanpa mengabaikan jasa Albert Einstein untuk dunia ilmu pengetahuan, ada tiga kekeliruan besar yang pernah dialami oleh pencipta teori relativitas tersebut.  Apa saja itu?

Baca: Gemar Berderma, Bill Gates Lunasi Utang Nigeria Rp 950 Miliar dan Ini Sumber Kekayaannya

Kekeliruan besar pertama yang diakui oleh Einstein sendiri adalah menambahkan cosmological constant atau konstan kosmologis ke dalam teori Relativitas Umum. Sebetulnya tujuan Einsten menambahkan teori itu adalah untuk menjelaskan bagaimana meskipun alam semesta itu statis dan tidak berubah, tetapi dalam perumusannya sangat dinamis.

Namun, ternyata alam semesta berkembang dengan kecepatan yang selalu bertambah. Menurut ilmuwan modern, konstan yang dimaksud Einstein mungkin adalah energi gelap dalam perluasan alam semesta, sebuah konsep yang masih menjadi perdebatan.

Kekeliruan kedua adalah terkait mekanika kuantum.

Peran Einstein dalam perkembangan salah satu bidang ilmu fisika yang menggambarkan perilaku partikel subatomik ini memang tidak terbantahkan. Makalah pada tahun 1905 tentang efek fotolistrik membuat Einstein mendapat Hadiah Nobel dan teorinya tersebut memiliki dampak kuat pada perkembangan mekanika kuantum.

Namun, ternyata Einstein tidak menyukai mekanika kuantum karena berisi ide-ide aneh yang susah dibuktikan dan kesimpulan akhir yang menyebut bahwa alam semesta tidak teratur dan penuh ketidakpastian.

Einstein juga mengakui tidak terkesan dengan gagasan Werner Heisenberg atau Niels Bohr, atau ide Shroedinger dan kucingnya karena memberikan ide bagi penulis biografi David Bodanis yang menulis buku berjudul Einstein's Greatest Mistake.

Baca: BREAKING NEWS: Sempati Star Kembali Kecelakaan di Aceh Utara, Nyawa Nenek Melayang

Kekeliruan Einstein terakhir adalah menarik prediksi yang dibuatnya pada tahun 1916 tentang teori gelombang gravitasi.

Gelombang gravitasi adalah getaran di dalam ruang dan waktu yang disebabkkan kejadian ruang besar seperti pergerakan bintang neutron atau lubang hitam. Peristiwa supernova atau tabrakan lubang hitam diyakini menimbulkan gelombang gravitasi terkuat.

Akan tetapi, Einstein kesulitan untuk memperkirakan kekuatan mulai pesimis dan meragukan keberadaan lubang hitam. Dia bahkan pernah mengajukan sebuah makalah untuk menarik kembali teorinya sekitar tahun 1936, tetapi ditolak.

Dikutip dari Big Think, Selasa (16/1/2018),  pada tahun 2015 para ilmuwan berhasil membuktikan kesalahan Einstein dalam meragukan teorinya. Mereka mendeteksi gelombang gravitasi untuk kali pertama, 100 tahun setelah ramalan Einstein dibuat. Para ilmuwan yang terlibat kemudian dianugerahi Hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Artikel ini telah ditayangkan pada kompas.com dengan judul : Siapa Sangka, Einstein Ternyata Pernah Lakukan 3 Kekeliruan Fatal

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved