Jumat, 17 April 2026

Isu Gempa Susulan Berkekuatan 7,5 SR Malam Ini Ternyata Hoax, Begini Penjelasan BMKG

Kabar palsu tersebut beredar setelah terjadinya gempa yang mengguncang sejumlah tempat pada pukul 13.53 WIB pada Selasa (23/1/2018).

Editor: Faisal Zamzami
Peta pusat gempa dan dampaknya terhadap wilayah sekitar yang terjadi Selasa (23/1/2018) siang.(USGS) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, mengingatkan kepada masyarakat untuk tak mempercayai berita palsu atau hoax terkait gempa susulan yang beredar di media sosial.

Dalam berita palsu disebutkan, BMKG menyampaikan peringatan dini terkait gempa susulan berkekuatan 7,5 magnitudo.

Diperkirakan gempa akan terjadi antara pukul 22.30-23.59 WIB di Provinsi Banten dan sekitarnya.

Gempa palsu itu dikabarkan akan membuat gelombang tinggi di beberapa perairan di Indonesia.

“Berita tersebut tidak benar, karena BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut,” kata Daryono melalui pesan singkat, Selasa (23/1/2018).

(Baca: Mengenal Sosok Briptu AR, Penembak Pengawal Prabowo yang Sempat Cekcok di Klub Malam!

Baca: Siswi SMP Tewas Usai Hubungan Badan 2 Kali di Tempat Kos, Polisi Tetapkan Sang Pacar Jadi Tersangka)

Kabar palsu tersebut beredar setelah terjadinya gempa yang mengguncang sejumlah tempat pada pukul 13.53 WIB pada Selasa (23/1/2018).

Selain Provinsi DKI Jakarta, gempa juga dirasakan di Tangerang selatan, Bogor, Bandung, Lampung, dan Bantul.

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 magnitudo tersebut terletak di di laut, yakni 67 Kilometer arah barat daya Kota Bojonghaur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat atau pada 7,23 lintang selatan dan 105,9 bujur timur.

BMKG menyatakan gempa itu tak berpotensi menimbulkan tsunami.

Daryono menuturkan, berita palsu dibuat oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

Menurutnya, penyebaran berita palsu bertujuan untuk menebarkan rasa takut kepada masyarakat.

Berita palsu itu juga menunjukkan kejanggalan.

Pasalnya, hingga kini tak ada teknologi yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved