Breaking News:

Pramugari Wajib Berjilbab

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengeluarkan selembar surat berisikan aturan wajib berpakaian muslimah

FACEBOOK.COM
Pramugari berjilbab 

* Saat Mendarat di SIM

BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengeluarkan selembar surat berisikan aturan wajib berpakaian muslimah bagi pramugari semua maskapai yang mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

Surat bernomor 451/65/2018 dan bertanggal 18 Januari 2018 itu ditandangani Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, dan ditembuskan kepada Gubernur Aceh, DPRA, Dinas Syariat Islam, dan beberapa pihak lainnya. Surat itu ditujukan kepada pimpinan delapan maskapai yang melayani rute Aceh, yakni kepada GM Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya Air, Wings Air, AirAsia, dan Firefly.

“Kepada semua pramugari diwajibkan mengenakan jilbab/busana muslimah yang sesuai dengan aturan syariat Islam,” demikian bunyi salah satu poin penekanan dalam surat tersebut.

Dalam surat itu disebutkan, landasan Pemerintah Aceh Besar mengimbau para pramugari untuk mengenakan pakaian muslimah jika mendarat di Aceh, sesuai dengan aturan yang berlaku di Aceh. Dalam hal ini adalah ketentuan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Selain itu, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh. Dari dua point di atas, maka dipandang perlu untuk mensinergikan sekaligus dukungan serta kerja sama untuk mencegah segala tindakan yang tidak sesuai dengan syariat Islam, adat istiadat, dan etika masyarakat Aceh.

Oleh karena itu, dimintakan kepada seluruh maskapai penerbangan yang memasuki wilayah Aceh Besar, agar melakukan beberapa hal. Pertama, menaati segala peraturan dan undang-undang syariat Islam yang berlaku di wilayah Aceh secara umum dan Aceh Besar secara Khusus. Kedua, kepada pramugari diwajibkan mengenakan jilbab/busana muslimah yang sesuai dengan aturan Syariat Islam. Terakhir, Kepada semua pihak supaya dapat bekerjasama dan mendukung pelaksanaan syariat Islam di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali yang dikonfirmasi Serambi kemarin, membenarkan surat tersebut. Ia mengatakan, imbauan itu semata-mata sebagai upayanya dalam menjalankan syariat Islam yang berlaku di Aceh, khususya di Aceh Besar. “Iya benar, itu surat imbauan yang kita keluarkan,” katanya.

Karena Aceh menerapkan syariat Islam, kata Mawardi, semua orang diharapkan untuk berbusana syar’i sesuai tuntutan agama Islam. Bukan hanya masyarakat Aceh, tapi setidaknya, semua yang datang ke Aceh bisa menghargai peraturan yang berlaku. “Kita lihat di dalam pesawat yang mau ke Aceh, pakaian (pramugarinya) dibelah-belah sampai ke pinggul, ini kan tidak cocok,” katanya.

Belum lagi, di dalam pesawat yang rutenya ke Aceh itu, kadang-kadang ada ulama, dan lebih-lebih ada anak-anak. “Banyak generasi kita di dalam pesawat, jangan sampai setelah mereka melihat itu, kemudian mereka mencontoh gaya pramugari tersebut. Kita harapkan, dengan aturan ini, masyarakat luar semakin senang ke Aceh, karena pramugarinya cantik-cantik mengenakan jilbab,” kata Mawardi Ali.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved