Breaking News:

Pramugari Wajib Berjilbab

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengeluarkan selembar surat berisikan aturan wajib berpakaian muslimah

FACEBOOK.COM
Pramugari berjilbab 

Terkait surat edaran Bupati Aceh Besar itu seluruh pimpinan maskapai yang ada di Aceh memberi apresiasi dan dukungannya. Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, yang dikonfirmasi Serambi, Selasa (30/1), terkait pemakaian busana muslimah bagi pramugari, menyampaikan pihaknya menghormati dan mendukung segala aturan yang ada, baik itu aturan regulator yaitu Kemenhub maupun aturan daerah setempat.

“Kami siap menjalankan aturan syariah yang diberikan kepada awak kabin kami untuk berjilbab. Terutama dengan destinasi tujuan dari dan ke Banda Aceh agar visi, dan misi pemerintah daerah berjalan sehingga tercipta kesinergian yang baik,” kata Ramaditya Handoko.

Sebagai in formasi, tambahnya, maskapai Lion Air Group yang beroperasi di Aceh adalah Lion air dan Batik Air. “Batik Air sudah menerapkan (berjilbab-red), sedangkan Lion Air sedang proses teknis untuk hal itu, secepatnya akan terlaksana,” ujarnya.

Sementara General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Sugiyono, yang dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan pihaknya sudah menerima surat dari Bupati Aceh Besar terkait pramugari wajib berjilbab saat mendarat di Aceh. “Sudah terima dan sudah kita teruskan ke manajemen pusat. Tunggu arahan,” ujarnya.

Dikatakan, pada prisipnya Garuda Indonesia siap mendukung dan melaksanakan Qanun pesawat yang masuk ke Aceh pramugarinya berjilbab. “Ini sedang berproses di manajemen pusat,” tambah Sugiyono.

Vice President Corporate Communication PT Citilink Indonesia, Benny S Butarbutar, menyampaikan, Citilink Indonesia sejak pertama kali terbang ke Aceh pada 3 Maret 2016, pihak manajemen sudah menyiapkan sejumlah model seragam untuk operasional penerbangannya. Yaitu seragam reguler dan seragam yang mengenakan hijab, khususnya untuk penerbangan umrah dan juga penerbangan ke Aceh.

“Sebagai suatu daerah yang istimewa dengan sebutan Serambi Mekkah, maka perlu kita hormati dan jaga keistimewaan daerah tersebut, khususnya kultur islami yang menaungi Aceh,” ujarnya.(dan/una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved