Penelitian Terbaru, Uap Rokok Eletrik Bisa Menghasilkan Zat Beracun yang Membahayakan Kesehatan

Kandungan racun tersebut di antaranya adalah timbal dan kromium yang muncul saat koil rokok elektrik mulai panas.

Penelitian Terbaru, Uap Rokok Eletrik Bisa Menghasilkan Zat Beracun yang Membahayakan Kesehatan
TRIBUNNEWS
Rokok Elektrik 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menurut penelitian terbaru, koil rokok elektrik diduga bisa menghasilkan zat beracun dengan kadar yang membahayakan kesehatan penggunanya.

Peneliti di Sekolah Kesehatan Johns Hopkins Bloomberg menemukan tingkat kandungan logam pada uap rokok elektrik sudah melampaui batas aman.

Kandungan racun tersebut di antaranya adalah timbal dan kromium yang muncul saat koil rokok elektrik mulai panas.

Baca: Tahun Ini Penerbangan ke Aceh Singkil Hanya Seminggu Sekali, Ini Jadwal dan Harga Tiket Pesawat

Baca: Polisi Ringkus Komplotan Pencuri di Kantor Dinas Gayo Lues, Seorang Diantaranya PNS

Selain itu, tingkat emisi kromium, nikel, kadmium pada rokok elektrik ditemukan sama atau bahkan lebih tinggi dari rokok konvensional; sedangkan konsentrasi timbal di beberapa sampel rokok elektrik ditemukan sama dengan rokok biasa.

"Kondisi ini harus diperhatikan oleh Food and Drug Association (FDA), perusahaan rokok, dan pengguna rokok elektrik, bahwa ada dugaan masalah pada koil yang menghasilkan racun berbahaya saat menghisap asap dari rokok elektrik," kata Ana Maria Rule, peneliti senior, dikutip dari New Atlas, Jumat (23/2/2018).

Baca: Mantan Wakapolda Sumut Agus Samad Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dan Kaki Terikat di Rumahnya

Baca: Besok, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BNN Ke Gayo Lues, Ini Agendanya

Penelitian dilakukan dengan mendeteksi 15 jenis logam yang berbeda dari 56 pengguna rokok elektrik.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved