Kamis, 30 April 2026

Sejarah Penyebaran Kucing, Salah Satunya Migrasi dari Eropa Bersama Kapal Viking

Tetapi, untuk waktu yang lama, para ilmuwan belum yakin apa yang menyebabkan para kucing bisa menjadi hewan peliharaan.

Tayang:
Editor: Fatimah
Sejarah penyebaran kucing. 

Tim Geigl menemukan bahwa kucing yang memiliki keturunan mitokondria dari Mesir mulai muncul di Bulgaria, Turki dan sub-Sahara Afrika antara abad ke-4 sebelum masehi.

Pada abad keempat Masehi tim percaya bahwa para pelaut sudah mulai memilihara kucing di atas kapal untuk mengontrol populasi tikus di atas kapal, dan kemudian menyebar ke kota-kota pelabuhan selama misi perdagangan.

Baca: Kesetiaan Capitan, Anjing di Argentina yang Tinggal di Makam Pemiliknya Selama 11 Tahun Hingga Mati

Bahkan, seekor kucing dengan DNA mitokondria Mesir ditemukan di dalam sebuah situs Viking yang berada di Jerman Utara sekitar 700 dan 1000 Masehi.

Tim juga menemukan bahwa DNA dari beberapa spesimen menentukan bahwa mutasi kucing tidak terjadi hingga abad pertengahan.

Selama beberapa dekade, para peneliti percaya bahwa kucing telah dipelihara di Mesir sekitar 4.000 tahun yang lalu, tulis Stephanie Pappas di Livescience.

Namun pada kuburan manusia yang berusia 9.500 tahun di Siprus, terdapat tulang pula tulang kucing yang ditemukan pada 2004 silam mematahkan pendapat tersebut.

Dan dalam penelitian lain pada 2014, menunjukkan bahwa kucing domestik dibiakkan di Mesir pada 6.000 tahun yang lalu.

Penemuan ini sesuai dengan kronologi yang dibuat oleh Geigl dan tim sehingga menunjukan bahwa sejarah manusia dan kucing jauh lebih panjang dan rumit  daripada yang telah dipercaya sebelumnya. (Nisrina Darnila)

Artikel ini telah ditayangkan pada Intisari Online dengan judul : Rumitnya Sejarah Penyebaran Kucing, Salah Satunya Migrasi dari Eropa Bersama Kapal Viking

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved