Peristiwa
Kisah Korban Selamat Tabrakan Maut KA, 10 Jam Terjepit di Gerbong Hancur Bersama Mayat
Beberapa korban selamat tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menceritakan
Ringkasan Berita:
- Beberapa korban selamat tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menceritakan pengalaman dramatis mereka.
- Korban selamat, Endang dilaporkan tetap sadar meski kondisinya lemah.
- Ia terjebak dalam posisi setengah berdiri di antara tumpukan penumpang lain, termasuk korban yang sudah tidak bernyawa.
SERAMBINEWS.COM - Musibah kecelakaan maut tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih menyisakan duka mendalam bagi korban merasakannya.
Beberapa korban selamat tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 menceritakan pengalaman dramatis mereka.
Ada yang terjebak hingga 10 jam di dalam gerbong hancur, ada pula yang sempat terlempar keluar namun tetap hidup.
Selain itu ada juga terjepit berjam-jam dengan posisi bersama dengan korban lain yang sudah meninggal.
Kisah-kisah ini menggambarkan betapa tipisnya batas antara maut dan keselamatan.
Namun kisah ini menjadi hal yang tak terlupakan bagi mereka merasakan langsung musibah ini.
Kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, menyisakan trauma mendalam bagi para korban selamat.
Salah satu kisah dramatis datang dari Endang Kuswati (40), penumpang gerbong khusus wanita yang bertahan hidup setelah terjebak selama sekitar 10 jam di dalam gerbong yang hancur.
Peristiwa itu terjadi saat Endang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di Cibitung. Sekitar pukul 20.52 WIB, rangkaian kereta yang ditumpanginya terlibat tabrakan hebat.
Sepupu korban, Iqbal mengatakan Endang sempat menghubungi keluarga sekitar pukul 22.00 WIB untuk memberi kabar bahwa dirinya menjadi korban dalam insiden tersebut.
Baca juga: 14 Orang Tewas Tabrakan Kereta Bekasi, Ini Alasan Kereta Api Tak Bisa Rem Mendadak: Jangan Trobos!
“Iya, waktu awal masih sempat buka handphone, ngabarin keluarga. Dia sampaikan bahwa dia ada di dalam kereta yang kecelakaan, sambil menangis minta tolong supaya diselamatkan,” ujarnya saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).
Keluarga yang mendapat kabar itu langsung menuju lokasi. Namun, hingga dini hari, mereka belum mengetahui kondisi pasti Endang.
Kepastian baru diperoleh sekitar pukul 02.00 WIB setelah melihat foto di lokasi kejadian yang menunjukkan Endang masih terjepit di dalam gerbong dalam kondisi lemah dan mendapat bantuan oksigen.
Petugas kemudian memberikan akses kepada suami dan anak Endang untuk mendekat dan memberi dukungan moral.
Tabrakan Kereta Bekasi
tabrakan maut kereta di Bekasi
tabrakan kereta di Bekasi
Tabrakan Maut
korban selamat
kereta api
| Tiga Pendulang Emas Terseret Arus Sungai di Mane, Pidie, Satu Masih Hilang |
|
|---|
| Anak Bunuh Ibu Tiri, Dibunyikan Musik Keras-keras agar Tidak Terdengar Rintihan Korban |
|
|---|
| Polisi Evakuasi Mayat dari Aliran Sungai Lae Soraya Subulussalam, Diduga Korban Hanyut |
|
|---|
| Kadus IV Geulumpang Payong Abdya Dilaporkan Hilang di Pegunungan Serah Panyang |
|
|---|
| Warga Kampung Paya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kota Fajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kecelakaan-kereta-api-2804.jpg)