Jika APBA Di-Pergub-kan, Anggota DPRA Sebut Itu Sebagai Musibah

Terkait rencana itu, anggota DPRA, Asrizal H Asnawi mengatakan Pergub bukanlah keinginan Gubernur Aceh maupun Banggar DPRA.

Jika APBA Di-Pergub-kan, Anggota DPRA Sebut Itu Sebagai Musibah
ist
Asrizal H Asnawi 

Dia tidak sepakat jika keterlambatan pengesahan RAPBA hanya disalahkan DPRA. Kenapa? Asrizal menjelaskan karena di Banggar DPRA, Gubernur Aceh yang juga ketua umum partai politik juga punya kader di Banggar.

Baca: Begini Tanggapan Ketua DPRA Terkait Surat Gubernur Aceh Tentang Rencana Pergub APBA 2018

"Pak Wakil Gubernur malah punya 4 kader terbaik di Banggar DPRA dan termasuk salah satu pimpinan Banggar. Dan ada dua orang lagi anggota Banggar juga berasal dari partai pengusung Pak Gubernur yaitu PKB dan PDA," sebutnya.

Namun, sambungnya, sejauh pembahasan RAPBA berjalan hingga timbul permasalahan, tidak ada kader dari partai pemerintah yang bicara bahwa APBA bakal berakhir dengan Pergub. Semua optimis pembahasan itu bakal menjadi qanun.

"Karena dapat saya pahami bahwa kami di Banggar DPRA selalu menemui kata sepakat dalam setiap pembahasan item per item. Menurut saya ini ujian dan peringatan dari Allah SWT untuk kita saling mengkoreksi kekurangan kita masing- masing dan harus memperbaikinya di masa yang akan datang," katanya.

Ketua Fraksi PAN di DPRA ini mengajak semua pihak untuk menikmati 'hidangan' APBA 2018 dengan apa adanya. "Tak perlu juga kita saling serang, saling tembak, dan saling menyalahkan karena itu hanya menambah kerumitan masalah yang memang sudah sangat rumit ini," ucap dia.

"DPRA kerjanya juga bukan hanya mengurusi Qanun APBA saja, masih banyak qanun-qanun lain yang harus diselesaikan serta mengawasi pelaksanaan APBA secara serius dan terfokus. Ini juga tugas penting agar rakyat tidak dirugikan dua kali," tandasnya. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved