Breaking News:

Abu Bakar Baasyir: Saya Tidak Bersalah, Untuk Apa Minta Maaf Pada Manusia

"Ngapain aku minta maaf ke manusia? Aku minta maaf ke Tuhan. Lagi, aku tidak bersalah," ucap Baasyir

Editor: Faisal Zamzami
Tribunnews.com/ Rizal Bomatama
Abu Bakar Baasyir usai menjalani cek kesehatan di RSCM Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Terpidana kasus aksi terorisme, Abu Bakar Baasyir enggan meminta maaf atas perbuatan yang dirasa tidak dilakukan olehnya.

Hal itu dikatakan olehnya menyambut pertanyaan adanya wacana permintaan grasi kepada pemerintah yang dilakukan oleh para sahabat dan ulama.

"Ngapain aku minta maaf ke manusia? Aku minta maaf ke Tuhan. Lagi, aku tidak bersalah," ucap Baasyir seperti yang disampaikan kuasa hukumnya, Guntur Fattahillah kepada Tribun, Jakarta, Kamis (1/3).

Baca: Polri: Tidak Semua Anggota Muslim Cyber Army Bisa Jadi Tersangka, Karena Ada yang Tidak Aktif

Baca: Warga Tamiang Kembali Sumbang untuk Palestina, Hari Ini Bupati Lepas Truk Bermuatan 20 Ton Beras

Guntur mengatakan pria yang akan berumur 80 tahun pada 17 Agustus mendatang itu, tidak sudi untuk menerima grasi dari presiden ataupun pemerintah.

Apabila, dia mendapatkan grasi, berarti, Baasyir akan mengakui proses hukum yang menimpa dirinya dan mengakui kesalahan.

Apa yang dilakukan pendiri Pondok Pesantren Ngruki, Surakarta itu, adalah sesuatu yang diyakini olehnya benar berdasarkan keimanan dan keyakinannya selama ini.

Baca: Dugaan Sebarkan Hoaks, Fadli Zon Laporkan Ananda Sukarlan dan Beberapa Akun Lain ke Polisi

Baca: Yusril Ihza Mahendra Ancam Pidanakan KPU, Fahri Hamzah: Laporkan Saja ke Mahkamah HAM Internasional

"Pak ustaz tadi bilang, "saya ini hanya mengikuti ajaran agama saya secara murni dan menyeluruh". Kami ya sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi," kata Guntur.

Dia mengaku, dibandingkan dengan permintaan Grasi, Baasyir memilih untuk menjadi tahanan rumah. Itupun bukan di Solo. "Ustaz justru tidak mau di Solo," ungkap Guntur.

Kata dia, pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu, hanya ingin dirawat oleh keluarganya. Apalagi, penyakit di kakinya sudah cukup mengkhawatirkan, serta umurnya yang berada di usia senja.

Keinginan itu dianggap wajar olehnya, apalagi diperkuat dengan kebijakan World Health Organization (WHO) mengenai aturan seseorang yang sudah di usia 60 tahun ke atas, berhak untuk dirawat oleh keluarganya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved