Minggu, 26 April 2026

Bank Mega Syariah Pindah ke Peunayong

Bank Mega Syariah Kantor Cabang Aceh yang sebelumnya di Jalan Teuku Umar, Seutui, Banda Aceh

Editor: bakri
ASISTEN Bidang Perekonomian Setda Aceh, Teuku Syakur membuka rekening di Bank Mega Syariah Kantor Cabang Aceh yang beralamat di Jalan Sri Ratu Safiatuddin, Peunayong, Banda Aceh, Senin (19/3). 

BANDA ACEH - Bank Mega Syariah Kantor Cabang Aceh yang sebelumnya di Jalan Teuku Umar, Seutui, Banda Aceh kini resmi relokasi (pindah) ke Jalan Sri Ratu Safiatuddin, Peunayong, Banda Aceh. Peresmian kantor baru ini Senin (19/3) dan dihadiri Komisaris Bank Mega Syariah sekaligus Imam Masjid Istiqlal, Jakarta, Nazaruddin Umar MA, Rektor UIN Arraniry Banda Aceh, Prof Farid Wajdi Ibrahim, mantan Menpan RB, Azwar Abubakar, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, pihak perbankan, dan nasabah,

Dalam sambutannya Direktur Bank Mega Syariah, Marjana menyampaikan relokasi kantor cabang di Banda Aceh ini untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan kepada para nasabah. Dikatakan, pada kantor yang kini di Jalan Sri Ratu Safiatuddin sudah dilengkapi mesin ATM, yang tidak ada di kantor sebelumnya.

“Sekali lagi tujuannya adalah memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik kepada para nasabah. Kami melihat Aceh, khususnya Banda Aceh perekonomiannya berkembang begitu baik dan kami ingin ikut andil dalam perekonomian di Aceh dibidang ekonomi syariah,” ujarnya.

Marjana menambahkan Bank Mega Syariah dari waktu ke waktu mengalami perbaikan kinerja, antaranya aset pada 2017 tumbuh 14,4 persen sedikit diatas Bank Syariah secara nasional menjadi Rp 7,01 triliun. Selanjutnya juga diikuti pertumbuhan di bidang pendanaan dan pembiayaan.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian Setda Aceh, T Syakur mewakili Gubernur Aceh manyampaikan seiring dengan pemberlakuan syariat islam di Aceh, maka tuntutan masyarakat terhadap hadirnya lembaga perbankan yang berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi syariah juga terus meningkat.

“Hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang ingin meninggalkan sistem ekonomi ribawi dan lebih merasa tentram menggunakan jasa perbankan syariah,” katanya. Pihaknya berharap dengan kehadiran kantor baru tersebut, Bank Mega Syariah dapat lebih maksimal memberi manfaat dan pelayanan terbaik bagi pertumbuhan ekonomi di Aceh.

“Bank Mega Syariah juga diharapkan mampu menjadi salah satu katalisator peningkatan ekonomi masyarakat Aceh, terutama untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah serta sektor pertanian,” tambah T Syakur.

Keuangan syariah tumbuh
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Teuku Munandar yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan data terakhir mengenai industri jasa keuangan syariah di Aceh menunjukkan pertumbuhan, terutama pasca konversi Bank Aceh Syariah yang sudah menyumbangkan sebesar Rp 20 triliun terhadap total aset perbankan syariah di Indonesia.

“Konversi Bank Aceh tersebut juga sudah menjadikan bumi Serambi Mekkah sebagai pemilik bank syariah terbesar kelima di Indonesia,” ujarnya. Dikatakan, per Desember 2017 total aset perbankan syariah di Aceh mencapai Rp 28,3 triliun dengan total pembiayaan sebesar Rp 14 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 20,6 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya kontribusi industri keuangan syariah Aceh dalam mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia.

“Bank Mega Syariah diharapkan mampu menjadikan akselerasi ekonomi syariah di Aceh sebagai provinsi yang menjalankan syariat semakin optimal, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian Teuku Munandar. (una)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved