Haji Uma Surati Dua Menteri Soal Obligasi Pesawat Seulawah-RI
"Setelah obligasi Nyak Sandang mencuat, baru semua kaget. Dengan pemberian penghargaan kepada Nyak Sandang,
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Senator Aceh, H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, menyurati Menteri BUMN dan Menteri Keuangan RI mempertayakan masalah obligasi atau surat utang, pembelian pesawat Seulawah-RI 001 dan Seulawah-RI 002.
"Kita mendapat laporan, pemegang obligasi untuk pembelian pesawat Seulawah RI 001 dan 002 bukan hanya Nyak Sandang. Melainkan banyak lagi. Bahkan merata di seluruh Aceh. Karena itu, kita minta Pemerintah membentuk tim pencari fakta, agar jelas berapa ribu lembar obligasi yang diterbitkan Pemerintah masa itu," kata Haji Uma.
Baca: Heboh Obligasi Pembelian Pesawat Pertama RI 001, Anggota DPR RI Temui Ahli Waris di Meulaboh
Ia mengatakan, apabila dana pembelian pesawat tersebut dilakukan dengan menjual obligasi, berarti itu sama dengan negara berutang, dan utang harus dibayarkan berikut keuntungannya.
Tapi Haji Uma merasa aneh, sebab selama ini tidak pernah mendengar adanya laporan negara baik untung mau pun rugi kepada pihak pemegang saham pembelian pesawat Seulawah RI itu.
Baca: Muhammad Nazar : Rakyat Aceh Jangan Larut Isu Obligasi tapi Lupa Kawal Wakaf Aceh di Saudi
"Setelah obligasi Nyak Sandang mencuat, baru semua kaget. Dengan pemberian penghargaan kepada Nyak Sandang, berarti Pemerintah mengakui adanya surat utang tersebut," demikian Haji Uma. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma_20180313_175810.jpg)