Bayi Suka Tidur Tengkurap Sebabkan Risiko Fatal
Memang ada beberapa bayi yang justru lebih nyaman saat tidur dengan posisi ini. Jika tidur telentang, mereka cenderung rewel
SERAMBINEWS.COM - Bagi kebanyakan ibu, bayi tidur tengkurap mungkin jadi suatu pemandangan yang biasa. Saat bayi bisa tidur nyenyak dan tidak rewel, ibu tidak akan terlalu memperhatikan bagaimana posisi tidur anak.
Tapi tahukah kalau posisi bayi tidur sama pentingnya dengan kebutuhan bayi akan tidur itu sendiri? Dalam hal ini, pakar menekankan jika posisi tidur tengkurap pada bayi sangat dilarang.
Bukan tanpa alasan tentunya.
Dilansir Serambinew.com dari Grid.ID, saat bayi lebih nyaman untuk tidur dengan posisi tengkurap, lebih banyak risiko dan bahaya mengintainya.
Baca: 5 Fakta Dokter Terawan Dipecat Karena Metode Cuci Otak, Sudah Tangani 40.000 Pasien
Baca: Lancarkan Aksi di Banda Aceh, Mahasiswa Kritik Pemerintah Jokowi
Memang ada beberapa bayi yang justru lebih nyaman saat tidur dengan posisi ini. Jika tidur telentang, mereka cenderung rewel dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Tapi jangan sampai ibu membiarkan kebiasaan si kecil ini berlanjut. Tidur tengkurap adalah hal biasa untuk orang dewasa, tapi tidak untuk si kecil.
Pakar menyebutkan setidaknya ada 3 masalah penting yang bisa timbul karena kebiasaan ini.
1. Pasokan oksigen yang buruk
Saat bayi tidur tengkurap, wajahnya akan menempel dengan kasur atau bantal. Secara otomatis, sirkulasi oksigen yang ia hirup tidak akan lancar.
Hal ini karena bayi akan menghirup udara hasil hembusan yang kaya akan karbon dioksida. Jumlah oksigen yang harusnya dihirup bayi akan berkurang dan menyebabkan masalah metabolisme sel.
2. Pernapasan yang terlambat
Posisi tidur tengkurap dapat membahayakan bayi bahkan bisa membuatnya mati lemas.
Saat bayi tidur dengan perut di bawah, makanan yang ada di esofagus akan menghalangi trakea karena gravitasi. Hal ini bisa membuat pernapasan bayi terbatas dan terlambat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bayi-tidur_20180404_142948.jpg)