Prokontra Pergub Cambuk

Tgk Faisal Ali: Pemindahan Hukuman Cambuk ke LP tak Dimusyawarahkan dengan MPU

Tak jarang, biasanya proses yang seperti ini mendapat respons berlebih dari masyarakat.

Tgk Faisal Ali: Pemindahan Hukuman Cambuk ke LP tak Dimusyawarahkan dengan MPU
Kolase Serambinews.com

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, ikut menanggapi terkait rencana Pemerintah Aceh melalui Pergub untuk memindahkan pelaksanaan hukuman cambuk ke dalam LP.

Menurut Lem Faisal, panggilan akrab Tgk H Faisal Ali, rencana tersebut tidak pernah dimusyawarahkan dengan ulama.

“Setahu saya belum ada musyawarah dan belum ada konsultasi ataupun permintaan kajian dari pihak Pemerintah Aceh terhadap wacana untuk memindahkan hukuman cambuk ke dalam LP,” kata Lem Faisal, saat dihubungi Serambi Kamis (12/4/2018).

(Baca: Pencambukan Dialih ke LP)

(Baca: VIDEO – Penjelasan Menkumham Yasonna Laoly dan Gubernur Irwandi soal Hukum Cambuk di Penjara)

Seharusnya, kata Lem Fasial, apapun yang direncanakan oleh Gubernur Aceh terkait pelaksanaan syariat Islam sebagaimana yang telah berjalan selama ini, dimusyawarahkan dulu, sehingga masyarakat juga tercerahkan.

“Misal, Pak Gubernur itu harus menjelaskan kenapa dipindah? alasannya pun harus kuat, yang bisa diterima oleh masyarakat, itu harus dijelaskan, apa tujuannya,” kata Lem.

Kadang-kadang, lanjut Lem Faisal, tujuan yang ingin dicapai dari perubahan tersebut baik, namun masyarakat sedikit susah menerima apa yang sudah lumrah berjalan tiba-tiba diubah begitu saja.

(Baca: Rumah Warga Lhoksukon Diberondong Dua Pria Bersenjata Api)

Tak jarang, biasanya proses yang seperti ini mendapat respons berlebih dari masyarakat.

“Wajar masyarakat merespons macam-macam jika tidak ada penjelasan yang utuh dari Pemerintah Aceh. Makanya, sebelum Pak Gubernur mewacanakan itu, saya sarankan beliau mengumpulkan para stake hokder, para ulama, para tokoh adat, tokoh masyarakat, cendekiawan. Tapi sampai sekarang itu tidak ada,” katanya.

(Baca: Lowongan Kerja, Rumah Sakit di Arab Saudi Kembali Rekrut Perawat Asal Aceh)

Dia mengatakan, sejauh ini atas nama lembaga MPU secara resmi belum ada surat atau utusan khusus untuk diminta tanggapan terkait wacana tersebut.

Lem Faisal menambahkan, pelaksanaan hukuman cambuk di Aceh orientasinya memang untuk memberi efek jera kepada masyarakat agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang melanggar syariat.

“Tujuannya ini sebagai pembelajaran bagi si pelanggar dan bagi orang lain, makanya hukuman cambuk harus dilakukan di tempat ramai,” demikian Lem Faisal. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved