Prokontra Pergub Cambuk

Pergub "Cambuk di LP" Sudah Dibahas dengan Banyak Pihak, Ini Penjelasan Kadis Syariat Islam Aceh

Munawar menjelaskan, seluruh pihak yang hadir menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pergub Nomor 5 Tahun 2018.

Pergub
FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama unsur forkopimda termasuk Ketua MPU Aceh, Prof Muslim Ibrahim membahas rencana penerbitan Pergub Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat di ruang rapat Gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Hukum Acara Jinayat --yang di dalamnya menyebutkan uqubat cambuk dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan (LP)--, diterbitkan oleh Gubernur Aceh setelah melalui pembahasan bersama dengan berbagai pihak terkait di Aceh, termasuk ulama.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Munawar A Jalil kepada Serambinews.com, Sabtu (14/4/2018) menyatakan, Pergub tersebut mengatur teknis pelaksanaan cambuk, di antaranya lokasi eksekusi cambuk yang dipindahkan dari masjid ke LP.

Beberapa lembaga turut dilibatkan dalam proses lahirnya Pergub tersebut, seperti Mahkamah Syariah, akademisi, Satpol PP WH, Baitul Mal, Kanwil Kemenkumham, MAA, Kejaksaan, MPU Aceh, Polda Aceh, Kodam Aceh serta tokoh masyarakat.

"Malah Ketua MPU (Prof Muslim Ibrahim) beberapa hari menjelang Pergub itu ditandatangani, hadir bersama Forkopimda Aceh dan unsur terpilih lainnya dalam rapat bersama Gubernur Aceh," ujar Munawar menjelaskan proses dilahirkannya Pergub tersebut.

(Baca: Tak Setuju Cambuk di LP, Wabup Aceh Besar: Meunyoe Perlei Bek Ditepeu, Cambuk Lam Kama Mantong)

(Baca: Tgk Faisal Ali: Pemindahan Hukuman Cambuk ke LP tak Dimusyawarahkan dengan MPU)

(Baca: Anggota DPRA Sebut Uqubat Cambuk bukan Penghambat Investasi, tapi Empat Hal Ini Masalahnya)

Munawar menjelaskan, seluruh pihak yang hadir menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pergub Nomor 5 Tahun 2018.

"Menurut kami secara legal Pergub tersebut lahir sudah melalui mekanisme pembahasan yang jelas," ungkap dia.

Memang selama ini, uqubat cambuk dilaksanakan secara terbuka, tidak disebutkan lokasi khusus.

Pasal 262 ayat (1) Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Hukum Acara Jinayat menyebutkan, uqubat cambuk dilaksanakan di suatu tempat terbuka dan dapat dilihat oleh orang yang hadir.

Biasanya, tempat terbuka yang sering digunakan sebagai lokasi pelaksanaan uqubat adalah halaman masjid.

Sebagai turunan dari qanun, kemudian Gubernur membuat Pergub yang mengatur secara khusus tempat pelaksanaan uqubat cambuk bagi pelanggar syariat, yaitu di LP.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved