Breaking News:

Partai Politik

Buka Konferensi DPW PNA, Akmal Ibrahim: Diolah Sagoe Nyoe, Diolah Sagoe Jeh, Makajih Reuloh Nanggroe

Bupati Abdya mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam politik, sehingga kekuasaan negeri ini tidak dipegang oleh orang-orang yang salah.

DOK SERAMBINEWS.COM
Bupati Abdya Akmal Ibrahim 

Rahmat Saputra l Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim resmi membuka acara Konferensi I DPW Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kabupaten Abdya, Kamis (19/4/2018) di Arena Motel.

Sebelum acara konfersensi dibuka, suasana konferensi I di Arena motel Blangpidie sempat terjadi kericuhan.

Kericuhan itu dipicu aksi puluhan orang yang mengatasnamakan pengurus lama DPW PNA Abdya datang dan ingin berjumpa dengan Sekjend DPP PNA, Miswar Fuady.

Karena, keinginan mereka berjumpa dengan Sekjend DPP PNA Aceh tak terpenuhi, kericuhan pun tak mampu dibendung.

Kursi yang ada di lokasi pun jadi sasaran kemarahan puluhan kelompok tersebut.

(Baca: BREAKING NEWS - Konferensi I DPW PNA Abdya Ricuh)

(Baca: Sekjen BEM Unsyiah Diamankan Polisi, Terlibat Saling Dorong Saat Penyerahan Apam, Tonton Videonya)

(Baca: VIDEO - Demo di Kantor Gubernur Ricuh, Massa Ngotot Serahkan Apam)

Namun, tak lama kemudian, pihak keamanan dari Polres Abdya mampu mensterilkan kembali lokasi konferensi dengan menurunkan puluhan personil berpakaian lengkap.

Setelah lokasi steril, acara konferensi I DPW PNA Abdya pun dimulai, dan dipindahkan ke Aula Arena Motel.

Dalam kesempatan itu, Bupati Abdya mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam politik, sehingga kekuasaan negeri ini tidak dipegang oleh orang-orang yang salah.

"Kalau orang baik tidak mau berpolitik, maka (keuasaan) dipeganglah orang mengolah. Yang terjadi diolah sagoe nyoe, diolah sagoe jeh, maka jih ruloh nanggroe meunyo lage nyoe," ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH di depan wakil bupati Abdya, ketua Partai Demokrat Abdya, para tamu dan kader PNA Abdya.

Untuk itu, ia berharap pada seluruh masyarakat yang selama ini memili kemampuan agar bergabung dan memilih salah satu partai.

"Terserah, apakah PNA, Partai Demokrat, Nasdem atau partai lain," kata Akmal.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved