Detik-detik Saddam Hussein Digantung, Pegang Alquran dan Ucapan Syahadat yang Terputus
Saat ini viral polemik tentang masih hidup atau sudah meninggalnya mantan Presiden Irak, Saddam Hussein.
SERAMBINEWS.COM - Saat ini viral polemik tentang masih hidup atau sudah meninggalnya mantan Presiden Irak, Saddam Hussein.
Kabar "mainstream" , dia sudah meninggal karena dieksekusi oleh pasukan Amerika Serikat, 12 tahun yang lalu.
Ia ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada 2003.
Operasi penangkapan Saddam Husein ini bersandi Red Dawn atau Fajar Merah.
Awalnya pasukan Amerika tidak dapat memasuki wilayah Baghdad.
Namun setelah menggempur dan menghujani tempat-tempat yang diduga menjadi persembunyian Saddam Hussein, akhirnya pasukan Amerika Serikat bisa memasuki ibu kota Irak itu.
Baca: Liverpool Resmi Liris Kostum Baru untuk Musim 2018-2019, Begini Penampakannya
Baca: Ini Lamborghini Tipe Terbaru Yang Hanya Ada Satu di Indonesia
Saddam Hussein yang berkuasa di Irak selama 23 tahun ditangkap di lubang sebelah peternakan di Tikrit.
Ia ditemukan dalam keadaan berantakan.
Lalu, ia diadili dan dinyatakan bersalah.
Pria yang dilahirkan di Tikrit ini dinyatakan bersalah melakukan kejahatan kemanusiaan terkait pembantaian 148 warga Siah di Dujail pada 1982.
Saddam Hussein dijatuhi hukuman gantung pada 2006.
Hukuman gantung ini disaksikan oleh khalayak.
Baca: Cantiknya Putri Gatot Nurmantyo yang Jarang Terekspos, Begini Momen Dipinang Pria Berpangkat Lettu
Baca: Smartphone Ini Cewek Banget, Kameranya Mampu Hasilkan Hidung Mancung, Cek Harga dan Kemampuan Lain
Bahkan video eksekusinya masih ditemukan sampai saat ini.
Ketika itu, Saddam mengenkan kemeja putih berlapis jaket dan mantel hitam.
Raut wajahnya tampak tenang.
Melansir berbagai sumber, tangan Saddam Husein diborgol tetapi ia membawa Alquran.
Ia juga meminta salinan Alquran tersebut diberikan kepada temannya.
Baca: BREAKING NEWS - Ketua KIP Aceh Tenggara Diperiksa Tipikor Polres
Baca: Misteri Saddam Husein Masih Hidup dan Dikubur Kembarannya, Ini Pengakuan Agen CIA
Eksekutor Saddam Husein mengatakan mantan pemimpin Irak ini tidak merasa takut.
Borgol Saddam dilepas, tangannya diikat ke belakang. Begitu juga nasib kakinya.
Ia lalu naik ke atas panggung eksekusi.
Kemudian, ia melakukan takbir dan meneriakkan slogan-slogan politik.
Tali tebal dilingkarkan ke lehernya.
Ketika itu Saddam Husein mulai mngucapkan syahadat.
Belum juga kalimat syahadat ia ucapkan selesai, pintu jebakan terbuka.
Dengan hentakan keras, tali menjerat leher Saddam.
Baca: Ramai Kasus Transgender, Dorce Gamalama Bikin Unggahan Mengejutkan, Begini Respon Netizen
Baca: Vila Bawah Laut Pertama di Dunia Segera Jadi Penginapan Menarik di Maldives
Penuturan Agen CIA
Adalah John Nixen, agen CIA yang aktif pada 1998 sampai 2011.
Saddam Husein ditemukan pada sebuah lubang di sebelah peternakan di kota kelahirannya, Tikrit pada Desember 2003.
John Nixon yang sudah mempelajari Saddam Husein sejak bergabung dengan CIA ditunjuk menjadi orang yang mengidentifikasi Saddam.
Melansir dari BBC, agen CIA tersebut mengatakan itu memang benar pria itu adalah Saddam Husein.
Bahkan John Nixon tidak memiliki keraguan sedikit pun.
Selama menginterogasi Saddam Husein, John Nixon menemukan dua sisi pada diri mantan pemimpin Irak tersebut.
Baca: Terungkap Gaji Bos dan Pegawai Facebook Setelah Menghadap Kongres AS, Ini Penghasilan Zuckerberg
Baca: Terungkap Gaji Bos dan Pegawai Facebook Setelah Menghadap Kongres AS, Ini Penghasilan Zuckerberg
Nixon mengaku melihat sisi manusia Saddam.
"Ia adalah satu di antara individu paling berkarisma yang pernah saya temui. Ketika ia sedang ingin, ia bisa mengesankan, baik, lucu, dan santun," katanya.
Namun, ada juga sisi lain Saddam yakni sisi kelamnya.
Saddam bisa berubah menjadi orang yang kasar, arogan, serta menyeramkan ketika habis kesabaran.
Nixon juga menggambarkan sosok Saddam adalah orang yang paling banyak menaruh curiga yang pernah ia temui.
"My name is Saddam Hussein. I am the president of Iraq and I want to negotiate."
"Nama saya, Saddam Huseein. Saya adalah Presiden Irak dan saya mau bernegosiasi," ucap Saddam kala itu.
Baca: Sophia Latjuba Cantik Pakai Kerudung, Benarkah Jadi Mualaf usai Putus dari Ariel Noah?
Baca: 5 Fakta Sam Aliano, Calonkan Diri jadi Presiden Indonesia dan Ingin Lunasi Semua Utang
Pertanyaan yang menjadi topi utama Amerika adalah mengenai senjata pembunuh massal.
Ketika itu Saddam mengatakan Irak tidak memilikinya dan telah menghentikan program nuklir tersebut pada beberapa tahun sebelumnya.
Menurut Nixon, Saddam juga mengaku tidak berniat memulainya kembali.
Namun, hasil interogasi yang dilakukan oleh Nixon dicap gagal oleh Amerika. (*)
Baca: Pelanggan Keluhkan Gangguan Internet, Begini Jawaban Telkomsel
Baca: Turun ke Aceh Timur, Tim Satgas Dana Desa Kemendes RI Audit Pengelolaan Dana Gampong Seunebok Jalan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/saddam-hussein-3_20180419_233133.jpg)