Salam
Awas, Rayuan Sindikat Perdagangan Manusia
Sindikat perdagangan manusia (human trafficking) terindikasi masih cukup aktif memburu calon korbannya
Sindikat perdagangan manusia (human trafficking) terindikasi masih cukup aktif memburu calon korbannya di Aceh. Dalam beberapa tahun terakhir, ada puluhan anak Aceh, terutama wanita muda yang menjadi korban sindikat jahat itu. Sebagai contoh, kasus yang sedang heboh sekarang ini menimpa, Dahliana (19) seorang remaja putri asal Langsa. Di Malaysia, ia tidak mendapat gaji dan pekerjaan seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Beberapa waktu lalu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Bersama dibantu Human Trafficking Malaysia atau (HTW) dan Polisi Diraja Malaysia berhasil menyelamatkan Dahliana. Korban diberangkatkan seorang wanita agen TKI ilegal asal Binjai, Sumatera Utara (Sumut), pada Februari 2018 dengan iming-iming dipekerjakan sebagai cleaner service dengan gaji yang memadai. Ternyata korban diperjualbelikan ke agen TKI ilegal di Malaysia dan akhirnya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT).
Sesuai keterangan orang tua korban, Dahliana diberangkatkan ke Kuala Lumpur pada 4 Februari 2018 secara nonprosedural melalui Bandara Kualanamu. Di negara jiran itu, Dahliana diperjualbelikan dari agen ke agen hingga ke majikan. Di tempat majikannya, di wilayah Selangor, Dahliana bertugas sebagai pembantu rumah tangga. Di rumah inilah Dahliana ditemukan.
Kita sangat berharap, jaringan perdagangan manusia ini bisa diringkus hingga tak ada lagi anak-anak Aceh yang menjadi korban rayuan mereka. Memang tidak mudah begi polisi dan pihak lainnya untuk memutus mata rantai sindikat ini. Sebab, menurut hasil-hasil pengungkapan selama ini di luar Aceh, para pelaku praktek perdagangan orang ini menggunakan sistem sel yang terputus-putus di satu daerah ke daerah lain. Hampir serupa dengan cara sindikat narkoba beroperasi. Dari Aceh, korban biasanya dibawa dulu ke kota lain seperti Medan, Jakarta, Batam, dan lain-lain sebelum dibawa ke negara tujuan.
Masih beruntung nasib yang menimpa Dahliana hanya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Banyak juga wanita muda lainnya yang dikurung dan dipekerjakan sebagai pelayan untuk menemani para pemabuk di bar dan karaoke. Lebih parah lagi, ada yang dijadikan pemuas napsu seks para tamu hotel atau bar.
Oleh sebab itulah, para orangtua dan masyarakat Aceh pada umumnya harus berhati-hati terhadap oknum-oknum yang mengiming-imingi pekerjaan kepada wanit muda di luar negeri atau luar kota. Harus diingat pula, sindikat perdagangan manusia ini bekerjanya sangat halus dengan pendekatan dan rayuan yang membuat calon korban gampang lupa diri. Pancingan-pancingan sindikat ini biasanya dengan gaji besar, fasilitas enak, kerja tak capek, dan lain-lain.
Oleh sebab itu, kenali betul siapa yang mengajak adik, anak, atau saudara Anda untuk bekerja ke luar negeri atau luar daerah. Tanyai betul perusahaan mereka, alamatnya, dan pimpinannya. Jika kurang jelas, lebih baik lupakan ajakan itu.