Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Dukung Serangan Teror Surabaya, Al Fatihin, Buletin ISIS Berbahasa Indonesia

Isi buletin itu penuh dengan pujian terhadap serangan bunuh diri di tiga gereja Surabaya dan pemberontakan para napi

Tayang:
Editor: Amirullah
Tribunnews.com
Daqib, Majalah Isis 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -  Menyusul berbagai serangan teror di beberapa tempat belakangan ini, beredar sebuah buletin penuh seruan kekerasan, Al Fatihin, yang ternyata sudah merupakan edisi ke-10.

Isi buletin itu penuh dengan pujian terhadap serangan bunuh diri di tiga gereja Surabaya dan pemberontakan para napi terorisme di Mako Brimob beberapa hari sebelumnya.

Menteri Komunikasi dan Informasi mengaku telah memblokir Fatihin dari jaringan indonesia, sementara menyerukan masyarakat untuk segera menghapusnya kalau menerima kiriman buletin digital itu.

"Sudah ada puluhan versi Al Fatihin yang di dunia maya yang sudah diproses, diblok oleh Kominfo," kata Menkominfo, Rudiantara kepada wartawan, Jumat (18/5/2018).

Baca: Hatf Saiful Bocah Bogor yang Tewas Bertempur Bersama ISIS, Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik

Baca: Jadi Buruan Utama Seharga Rp 13 Miliar, Wanita Cantik Ini Pernah Habisi 100 Nyawa Pejuang ISIS

"Jadi, sudah puluhan yang sudah diblok, Baik. Baik itu file video sharing, file sharing, messenger juga ada. Juga situs internet," paparnya pula.

"Itu dibuat dari luar. Kan pakai digital. Itu ada orang Indonesia di Suriah sana," kata juru bicara Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, di Mabes Polri, Jumat (18/5).

Adapun kepolisian, menurut juru bicaranya, Setyo Wasisto, menyerukan masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan buletin itu.

"Nggak usah disebarluaskan. Kalau terima, hapus saja," kata Setyo Wasisto.

Belum jelas apakah akan ada tindakan hukum bagi yang menyebarluaskan, namun Setwo menyiratkan, tindakan pada pembuatnya akan pelik, karena dibuat di Suriah.

"Itu dibuat dari luar, pakai digital. Itu ada orang Indonesia di Suriah sana (yang membuatnya)," kata Seywo Wasisto pula.

Baca: Satpol PP akan Tindak Pedagang

Baca: VIDEO - Leumang, Si Manis dan Legit Penganan Khas Berbuka Puasa

Hal ini dibenarkan peneliti Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia, Solahudin, yang mengatakan bahwa bulletin Al Fatihin itu dibuat oleh para petempur ISIS asal Indonesia yang kini berada di Suriah.

"Orang-orang ISIS di Suriah kan bikin media-media. Nah, Al Fatihin adalah media edisi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia yang mereka terbitkan di sana," papar Solahudin kepada Jerome Wirawan dari BBC News Indonesia.

"Ini berbeda dengan buletin lain, seperti 'Rumiah' yang memiliki versi Indonesia. Rumiah disusun dalam bahasa Arab, diterjemahkan ke bahasa Inggris, lalu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Ada juga Dabiq yang pakai bahasa Inggris lalu diterjemahkan ke bahasa Indonesia."

Buletin itu, menurut Solahudin, diterbitkan secara daring kendati terkadang ada yang mencetaknya dan ternyata sudah cukup lama diterbitkan.

"Yang beredar sekarang kan edisi ke-10," tambah Solahudin.

Baca: Hasil FP2 MotoGP Perancis 2018 - Andrea Dovizioso Salip Marc Marquez di Menit Akhir

Baca: Jalan Pasar Pagi Bireuen Semrawut

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved