Penjual Penganan Berbuka Puasa di Aceh Tenggara Sepi Pembeli
Menurut dia, mereka menjual berbagai jenis aneka kue kering maupun kue basah serta mie goreng.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Memasuki 13 hari Ramadhan 1439 Hijriah, penjual penganan berbuka puasa di Aceh Tenggara (Agara) sepi pembeli atau dagangan mereka kurang laku.
Hal ini kemungkinan disebabkan karena petani di Agara terancam gagal panen.
Imran Bono, penjual di Kecamatan Lawe Sigala-gala, kepada Serambinews.com, Selasa (29/5/2018) mengatakan, pembeli saat ini sepi dan beda dari tahun sebelumnya.
Baca: Bulan Puasa Warung Makan di Aceh Tenggara Tetap Jualan Sejak Pagi, Ini Permintaan BKPRMI
Ini kemungkinan akibat petani di Agara terancam gagal panen, seperti komoditi cokelat yang menjadi andalan masyarakat Agara.
Menurutnya, dirinya hanya menjual penganan berbuka puasa jenis aneka jus, seperti jus mangga, melon, alpukat, jeruk, dan jenis jus lainnya dengan harga serba Rp 5.000 per gelas.
Baca: Seratusan Anggota Polres Aceh Tenggara Disebar untuk Pengamanan Shalat Tarawih di Masjid-Masjid
Hal lain diutarakan, Wasmar, pedagang penganan berbuka puasa lainnya.
Menurut dia, mereka menjual berbagai jenis aneka kue kering maupun kue basah serta mie goreng.
Namun, seperti barang dagangan tersebut kurang laku terjual, buktinya setiap hari dagangan ada saja yang tersisa alias tidak laku terjual. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penganan-berbuka-puasa-di-aceh-tenggara_20180529_213937.jpg)