Pembunuhan di Gampong Mulia

Membunuh dan Mencuri, Pembunuh Asun Dijerat Pasal Berlapis

Ridwan juga didakwa dengan dakwaan subsider Pasal 339 KUHPidana karena melakukan pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain

Membunuh dan Mencuri, Pembunuh Asun Dijerat Pasal Berlapis
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Ridwan, terdakwa pembunuh pembunuh Asun, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (26/6/2018). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh mendakwa Ridwan alias Iwan (22), pembunuh Tjie Sun alias Asun (48) sekeluarga dengan pasal berlapis.

Warga Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya ini didakwa telah membunuh secara sadis dan mencuri barang milik korban sebagaimana uraian dakwaan JPU di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (26/6/2018).

Dalam dakwaan yang dibacakan di muka persidangan, JPU mendakwa Ridwan dengan dakwan primer Pasal 340 KUHPidana karena melakukan pembunuhan berencana dan diancam dengan hukuman mati.

(Baca: Terungkap di Pengadilan, Selain Membunuh, Ridwan Juga Perlakukan tak Senonoh Istri Asun)

Ridwan juga didakwa dengan dakwaan subsider Pasal 339 KUHPidana karena melakukan pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain dan diancam dengan hukuman seumur hidup.

JPU juga mendakwa Ridwan dengan dakwaan lebih subsider Pasal 338 KUHPidana karena telah melakukan menghilangkan nyawa orang lain dan dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara.

“Tapi dipersidangan ini kita akan buktikan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana,” kata JPU Ricky Febriandi SH yang juga Kasi Pidum Kejari Banda Aceh seusai sidang perdana.

Sebelumnya, dalam uraian dakwaan JPU menyebutkan Ridwan telah melakukan pembunuhan terhadap Asun bersama istri dan putra mereka, Minarni (40) dan Calliestos NG (8).

(Baca: Pembunuh Sekeluarga di Gampong Mulia Mengaku Bermimpi Didatangi Asun, Ini Katanya)

Kejadian itu terjadi di dalam rumah toko (ruko) yang sekaligus dijadikan sebagai gudang barang grosir milik korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat, 5 Januari 2018 sekira pukul 14.30 WIB.

Ridwan sendiri merupakan anak buah dari Asun. JPU menyatakan, alasan Ridwan membunuh Asun sekeluarga karena merasa sakit hari dengan ujaran tuannya itu yang tidak bisa diterimanya.

(Baca: Ridwan, Pelaku Pembunuh Asun Sekeluarga Tertunduk Saat Sidang)

(Baca: VIDEO: Ditangkap, Tersangka Pembunuh Asun Sekeluarga di Gampong Mulia Mengaku Sakit Hati)

Kata yang menjadi awal malapetaka itu ketika Asun memanggil Ridwan untuk mengambil kain dengan mengatakan, "Wan... Cepat, ligat sikit kau, lambat kali kau, tidak jelas, pukimak kau".

Hanya gegara itu, Ridwan dengan tega menghabisi nyawa Asun, termasuk istri dan anak korban yang tidak bersalah dengan cara yang sadis yaitu menggorok leher korban.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved