Minggu, 17 Mei 2026

Luar Negeri

AS dan Tiongkok Perang Dagang , Apa yang Terjadi Sebenarnya?

Barang-barang yang ditandai untuk tarif saat ini, akan menghadapi pajak perbatasan sebesar 25 persen saat diekspor ke AS.

Tayang:
Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah 'menembakkan salvo' pembukaan pada apa yang bisa memicu perang dagang besar-besaran antara dua ekonomi terbesar di dunia yang mulai melakukan 'penguncian' itu.

Pada pukul 12.01, Jumat kemarin waktu Washington, administrasi Presiden AS Donald Trump mulai memberlakukan tarif sebesar 34 miliar dolar AS untuk barang-barang yang diimpor dari Tiongkok.

Termasuk di antaranya televisi layar datar, suku cadang pesawat, hingga peralatan medis.

Barang-barang yang ditandai untuk tarif saat ini, akan menghadapi pajak perbatasan sebesar 25 persen saat diekspor ke AS.

Baca: DSI dan WH Gandeng FPI Berantas Maksiat

Baca: Ditahan KPK, Irwandi Yusuf Merasakan Tak Enaknya Tidur di Rutan

Intinya adalah, hal itu dilakukan untuk menghukum Tiongkok dengan membuat produk negara itu memiliki harga yang jauh lebih mahal bagi konsumen dan bisnis di AS.

Jika produk Tiongkok tiba-tiba menjadi lebih mahal, maka konsumen akan membeli produk yang sama dari tempat lain, sehingga hal itu membuat bisnis Tiongkok kehilangan uangnya.

Dilansir dari laman Vox, Sabtu (7/7/2018), Tiongkok pun segera menuduh AS telah memulai 'perang dagang terbesar dalam sejarah ekonomi hingga saat ini'.

Negara tersebut menanggapi apa yang diterapkan AS dengan memberlakukan tarif yang sama bagi barang yang diimpor dari AS.

Tiongkok menerapkan tarif 25 persen pada barang-barang AS senilai 34 miliar dolar AS, termasuk kedelai, mobil dan lobster.

Administrasi Trump mulai memberlakukan tarif ini setelah menyelesaikan penyelidikan pada beberapa praktik perdagangan Tiongkok yang paling kontroversial.

Baca: 5 Fakta Tentang Nissa Sabyan, Ini Rahasia di Balik Penampilan Cantiknya

Hambatan perdagangan baru yang dilakukan AS itu dirancang untuk menghukum Tiongkok karena melakukan hal-hal seperti memaksa bisnis asing untuk menyerahkan teknologi mereka yang paling berharga kepada perusahaan Tiongkok.

Banyak di antaranya merupakan milik negara, dan itu dilakukan sebagai ganti untuk akses ke pasar mereka.

Ini baru permulaan, masih ada penerapan tarif yang akan diberlakukan AS.

AS diperkirakan akan mengenakan pajak perbatasan atas tambahan barang Tiongkok senilai 16 miliar dolar AS dalam dua pekan ke depan.

Trump mengatakan pada Kamis lalu bahwa semua tergantung pada bagaimana Tiongkok menanggapi tarifnya.

Ia mempertimbangkan untuk membeli barang-barang Tiongkok senilai 500 miliar dolar AS.

Baca: Nissa Pingsan Jadi Sorotan, Begini Pengaruhnya dalam Sabyan Gambus Sehingga Populer

Tarif putaran awal AS dan Tiongkok dirancang untuk saling 'menyengat' satu sama lain.

AS menargetkan barang-barang berteknologi tinggi Tiongkok untuk memberikan tekanan ekonomi pada program 'Made in China 2025'.

Program tersebut diprakarsai oleh pemerintah Tiongkok untuk mengubah Negeri Tirai Bambu itu menjadi negara pembangkit tenaga listrik yang maju.

Tiongkok secara sengaja menargetkan ekspor pertanian AS seperti kedelai yang berasal dari negara-negara di jantung negara AS.

Dimana baik presiden AS maupun partainya tidak ingin melihat adanya ketidakstabilan ekonomi maupun warga yang kehilangan pekerjaan sebelum pemilihan paruh waktu 2018.

Apa AS secara resmi telah melakukan perang dagang dengan Tiongkok? Semua itu tergantung.

Negara-negara melakukan tiffs atas perdagangan sepanjang waktu.

Baca: Korupsi Dana Otsus Aceh

Untuk mengatasinya, mereka bisa menanyakan kepada Organisasi Perdagangan Dunia dan meminta lembaga itu memutuskan siapa yang benar dan salah.

Mereka dapat bernegosiasi langsung satu sama lain untuk mencapai kesepakatan, atau bahkan mereka bisa memberlakukan tarif sepihak pada masing-masing barang.

Skenario terakhir adalah skenario yang memiliki potensi untuk merubah penerapan tarif menjadi perang dagang.

Jika dua negara itu melakukan pemogokan pada masing-masing negara, maka itu tidak menjadi masalah besar.

Namun jika tit for tat berlanjut, dengan masing-masing negara mengenakan lebih banyak tarif satu sama lain, maka perang dagang pun tak terhindarkan.

Mengingat ancaman Trump untuk menjaga agar tarif tetap, sepertinya itulah yang terjadi antara AS dan Tiongkok, perang dagang.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perang Dagang AS-Tiongkok, Apa yang Terjadi Sebenarnya?

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved