Kupi Beungoh
Beratnya Medan Dakwah di Bumi Mentawai, Sumatera Barat
Islam di Kepulauan Mentawai masih sangat lemah, karena minimnya dai menetap yang berdakwah di sana.
Oleh Arif Zidni*)
KABUPATEN Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.
Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa.
Kepulauan Mentawai yang terkenal dengan nama Bumi Sikerei didominasi oleh warga nonmuslim.
(Baca: BREAKING NEWS: Gempa 8,3 SR Guncang Mentawai Berpotensi Tsunami)
(Baca: Kisah Peselancar Australia Rob Henry yang Menemukan Jati Diri di Antara Suku Mentawai)
(Baca: Tribun Network Resmikan Sekolah di Pulau Terpencil Mentawai)
Dikutip dari Wikipedia, kepulauan yang memiliki luas 6.011,35 km2 ini didiami oleh 85.348 jiwa (data tahun 2015).
Sebanyak 53.01 persen penduduk Kepulauan Mentawai menganut Kristen Protestan, Katolik sebanyak 25.77%, Islam 21.21%, dan Hindu 0.01%.
Ada beberapa instansi dan yayasan muslim yang bergerak untuk mendakwahkan Islam di kepulauan tersebut, salah satunya adalah Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) yang sudah berjalan sejak tahun 2010.
Pada Ramadhan tahun ini (1439H/2018M), YMPM mengirim 150 dai yang ditempatkan di pedalaman Kepulauan Mentawai.
“Para dai ini didatangkan dari berbagai daerah untuk menyemarakkan Ramadhan serta membimbing para muallaf,” ungkap Ustaz Muhammad Shiddiq Al Minangkabawi, Ketua Yayasan Muslim Peduli Mentawai.
Ke-150 dai dimaksud berasal dari berbagai lembaga pendidikan Islam, seperti MUDI MESRA Samalanga (Aceh), Assunnah Medan (Sumut), STIBA ARRAYAH Sukabumi (Jawa Barat), dan dari berbagai daerah lainnya.
Para dai tersebut disebar di Pulau Sipora, Siberut, serta di kawasan Sikabaluan.
Program ini dimulai sejak 1 hari sebelum Ramadhan dan berakhir pada hari ke-5 Idul Fitri.
(Baca: Sekelompok Peneliti Temukan 1.000 Triliun Ton Berlian di Bawah Permukaan Bumi)
Para dai yang dikirim bertugas untuk menyemarakkan Ramadhan dengan menghidupkan shalat berjamaah 5 waktu, Shalat Tarawih, Shalat Jumat, tadarus Alquran, pengajian agama, Shalat Idul Fitri, dan lain sebagainya.
Di samping itu mereka juga harus mendampingi dan membimbing para muallaf yang baru masuk Islam.
Selama program berlangsung, ada beberapa orang yang masuk Islam dan disyahadatkan langsung oleh para dai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arif-zidni_20180717_234654.jpg)