Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Beratnya Medan Dakwah di Bumi Mentawai, Sumatera Barat

Islam di Kepulauan Mentawai masih sangat lemah, karena minimnya dai menetap yang berdakwah di sana.

Editor: Zaenal
IST
Penulis, Arif Zidni sedang mengajarkan Alquran kepada anak-anak dan kaum ibu di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Ramadhan 1439 H/2018 M. 

Di antaranya di Desa Tinambu, Desa Tiop, Desa Sirisurak, dan beberapa desa lain.

Masyarakat muslim di Kepulauan Mentawai sangat bergembira dengan adanya program seperti ini.

Anak-anak terlihat bersemangat mengaji, dan masjid pun menjadi ramai.

Penulis berharap, keadaan ini terus terjadi ketika para dai menyelesaikan tugas, meninggalkan Kepulauan Mentawai.

(Baca: VIDEO - Minimnya Pengajar Muslim di Kepulauan Mentawai)

Data yang penulis himpun, Islam di Kepulauan Mentawai masih sangat lemah, karena minimnya dai menetap yang berdakwah di sana.

Medan dakwah di pedalaman Mentawai sungguh penuh tantangan,  seperti tidak adanya sinyal telepon (konon lagi internet), tidak adanya listrik, ekonomi masyarakat yang sangat lemah, serta topografi daerah yang masih sangat sulit dijangkau.

Kendala lainnya adalah minimnya pemahaman tentang iman dan aqidah pemeluk Islam di sana.

Seperti yang terjadi di Desa Simolaklak dan Malilimok. Di mana ketika dainya membuat buka bersama, para masyarakat pun hadir ke masjid untuk ikut makan buka bersama.

Namun ketika waktu Shalat Maghrib, sebagian mereka sudah pulang ke rumah dan tidak ikut melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

Begitu juga ketika diadakan acara sahur bersama, masyarakatnya hadir dan makan bersama.

Tapi ketika siang, saat mereka bekerja, ternyata banyak yang tidak puasa lagi.

(Baca: Pemuda Aceh Ajarkan Alquran untuk Anak-anak Pulau Bangka)

Mereka makan dan minum dengan asyiknya dengan alasan sangat sederhana, “panas pak ustad, capek”.

Ada juga yang terus terang sambil menghisap rokok dan mengatakan “ustad, saya tidak puasa hari ini”.

Bahkan lebih ironis lagi jika ada dari kaum muslim yang meninggal, mereka menyerahkan prosesi pemandian dan pemakaman jenazah kepada umat Katolik.

Begitulah sekilas keadaan Islam di Bumi Mentawai.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved