Breaking News:

Pussy Riot yang Terobos Lapangan saat Final Piala Dunia Bukan Kelompok Punk Sembarangan

Tapi karena adanya kecaman dari dunia internasional, parlemen Rusia, Duma, akhirnya membebaskan mereka pada Desember 2013.

Independent
Kelompok punk Pussy Riot mengaku bertanggung jawab atas aksi masuk lapangan saat final Piala Dunia 2018 

Mereka membuat panggung di lokasi-lokasi yang tidak biasa, seperti di atas sebuah bis, di halaman gereja, atau pada perancah di Moscow Metro.

Baca juga:Saat Sekelompok Punk Sengaja Menyuntikkan Virus HIV ke Tubuh Sendiri untuk Mendapatkan Kedamaian, Kebebasan, dan Surga

Pada 21 Februari 2012, empat anggota grup musik ini menggelar pertunjukan di depan Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow, yang merupakan gereja Ortodoks terpenting di ibukota Moskow.

Mereka menentang kembalinya Vladimir Putin yang kala itu menjabat perdana menteri, untuk memegang jabatan presiden.

Penampilan mereka yang kontroversial ini terutama sekali adalah mengenai video aksi protes yang diposting di internet, dengan lagu yang dialih suara menjadi "Bunda Maria, perawan suci, usirlah Putin.“

Setelah terpilih sebagai presiden, Putin secara terbuka mengatakan kemarahan atas tampilan aksi protes tersebut.

 
“Saya harap, itu tidak akan pernah terulang kembali,“ kata Putin pada tanggal 7 Maret 2012.

Pussy Riot yang getol memperjuangakan pengakuan hak kaum homoseksual juga pernah mencoba tampil di seputaran arena Olimpiade musim dingin di Sochi, Rabu (19/02/2014).

Enam anggota kelompok Pussy Riot—lima wanita dan satu pria—diserang setidaknya 10 anggota kelompok milisi Kosak.

Baca: 28 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan Total, Ini 9 Amalan yang Dianjurkan untuk Dilakukan saat Gerhana

Seorang penyerang menggunakan semprotan bubuk merica, sementara penyerang lainnya merusak peralatan musik serta meringkus para anggota Pussy Riot.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved