Pussy Riot yang Terobos Lapangan saat Final Piala Dunia Bukan Kelompok Punk Sembarangan
Tapi karena adanya kecaman dari dunia internasional, parlemen Rusia, Duma, akhirnya membebaskan mereka pada Desember 2013.
Setelah terpilih sebagai presiden, Putin secara terbuka mengatakan kemarahan atas tampilan aksi protes tersebut.
“Saya harap, itu tidak akan pernah terulang kembali,“ kata Putin pada tanggal 7 Maret 2012.
Pussy Riot yang getol memperjuangakan pengakuan hak kaum homoseksual juga pernah mencoba tampil di seputaran arena Olimpiade musim dingin di Sochi, Rabu (19/02/2014).
Enam anggota kelompok Pussy Riot—lima wanita dan satu pria—diserang setidaknya 10 anggota kelompok milisi Kosak.
Baca: 28 Juli Akan Terjadi Gerhana Bulan Total, Ini 9 Amalan yang Dianjurkan untuk Dilakukan saat Gerhana
Seorang penyerang menggunakan semprotan bubuk merica, sementara penyerang lainnya merusak peralatan musik serta meringkus para anggota Pussy Riot.
Di sisi lain, Pussy Riot mendapat dukungan dari banyak pihak di dunia internasional.
Pejabat pemerintahan dari berbagai negara dan artis internasional mengkritik cara Pemerintah Rusia menangani Pussy Riot.
Mereka beranggapan Pemerintah Rusia kurang memiliki pengertian untuk seni dan kebebasan pendapat.
Dapat penghargaan internasional
Seperti disinggung di awal, karena aksi-aksinya, dunia internasional banyak yang melirik keberadaannya.
Pada November 2014 lalu, dua anggota Pussy Riot memenangkan Hannah Arendt Prize lantaran sikap politik mereka melawan pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hannah Arendt Prize sendiri merupakan ajang penghargaan yang dibuat untuk menghormati ilmuwan politik berdarah Yahudi, Hannah Arendt, yang lahir di Hanover, Jerman, pada awal abad ke-20.
Pada 2012, Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina dijatuhi hukuman kerja wajib di sebuah kamp penjara setelah melakukan pertunjukan di altar utama Katedral Kristus Juru Selamat, Moskow.
Baca: Gundukan Tanah Bertabur Bunga Muncul di Lapangan Bola, Saat Digali Ini Isinya
Pertunjukan yang mereka sebut sebagai “doa punk” itu bertepatan dengan kampanye kemenangan Vladimir Putin yang terpilih sebagai presiden Rusia.
Rencananya, keduanya akan dibebaskan pada 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pussy-riot_20180717_105815.jpg)