Jumat, 15 Mei 2026

Warga Blokir Jalan Jambo Aye

Warga Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara memblokir jalan penghubung kecamatan tersebut

Tayang:
Editor: bakri
SISWA melintasi jalan di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara yang diblokir warga, Senin (30/7). 

* Selama 12 Jam
* Tuntut Segera Diperbaiki

LHOKSUKON – Warga Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara memblokir jalan penghubung kecamatan tersebut dengan Langkahan selama 12 jam pada Senin (30/7) pukul 02.00 WIB hingga 14.00 WIB. Hal itu dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Aceh Utara karena kondisi jalan yang sudah rusak parah tersebut tak kunjung diperbaiki.

“Jalan sepanjang 2,5 kilometer ini pernah diperbaiki pada tahun 1998. Tapi, sampai sekarang sudah 20 tahun, jalan tersebut tak pernah diperbaiki lagi, sehingga kondisinya sudah rusak parah. Bahkan, sepanjang 1,5 kilometer jalan itu penuh lubang, sehingga sering terjadi kecelakaan,” ujar Keuchik Alue Ie Mirah, Muhammad Mahdi kepada Serambi, kemarin.

Malah, beber Keuchik, di jalan tersebut sudah ada warga yang meninggal dunia karena setelah sepeda motornya terjatuh ke lubang, korban kemudian ditabrak pengendara lain. “Selain itu, saat ini juga masih ada warga yang kakinya diamputasi setelah mengalami kecelakaan di jalan tersebut,” ungkapnya.

Tak tahan lagi dengan situasi itu, ucapnya, maka pada Senin dinihari kemarin sekitar pukul 02.00 WIB, warga memblokir jalan tersebut. Warga meletakkan batang pohon, dan ranting kayu, serta gubuk di tengah jalan, sehingga tak bisa dilintasi mobil. “Tapi, jalan tidak kami blokir semua supaya tidak mengganggu anak sekolah. Pemblokiran itu dilakukan warga karena kesal dengan sikap pemerintah,” tukas Keuchik.

Menurut Muhammad Mahdi, blokir jalan itu baru dibuka setelah 12 jam atau sekitar pukul 14.00 WIB, setelah datang Ketua DPRK Aceh Utara, Ismail A Jalil dan petugas Polres Aceh Utara. “Warga bersedia membuka blokir setelah dijanjikan jalan tersebut akan diperbaiki dalam waktu dekat. Tahap pertama akan diperbaiki dengan penimbunan lubang,” ungkapnya. “Namun, bila jalan itu tidak diperbaiki dalam pekan ini, warga akan kembali memblokir jalan tersebut,” tegas Keuchik.

Semenetara itu, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, panjang jalan penghubung antarkecamatan atau jalan kabupaten di Aceh Utara yang belum diaspal, berdasarkan hasil survei Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencapai 1.422,96 kilometer. Untuk membangun semua jalan tersebut sampai beraspal, sebut Bupati, membutuhkan dana Rp 2,8 triliun.

“Ada 651 ruas jalan kabupaten di Aceh Utara. Dari jumlah itu, yang baru teraspal 608,84 kilometer. Sedangkan yang belum teraspal mencapai 1.422,96 kilometer. Jadi, butuh waktu 28 tahun baru selesai dibangun. Karena itu, kita berharap supaya warga bersabar, karena kondisi keuangan Aceh Utara yang minim,” imbau Cek Mad--sapaan akrab Bupati Aceh Utara.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved