Breaking News

PAUD IT Jabal Nur  Meunasah Papeun yang Pertama Berjaringan Sekolah Islam Terpadu

Akhirnya Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, berhasil mendirikan PAUD Islam Terpadu (PAUD IT) Jabal Nur,

Penulis: Nani HS | Editor: Yusmadi
ist
Camat Kecamatan Krueng Barona Jaya, Drs Salamuddin MZ (tengah beruniform putih) dengan aparat Desa Meunasah Papeun dan para guru, usai peresmian PAUD-IT Jabal Nur, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Nani HS | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dari rapat ke rapat sejak dua tahun lalu, demi merealisasikan wacana musyawarah perencanaan pembangunan desa soal pendidikan anak usia dini (PAUD) beberapa waktu lalu.

Akhirnya Desa Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya,  Aceh Besar, berhasil mendirikan PAUD Islam Terpadu (PAUD IT) Jabal Nur, dan berbasis Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT),  Rabu (8/8/2018).

“Sepengetahuan kita,  baru kali ini ada PAUD desa yang merujuk pada JSIT. Kecuali itu, pada umumnya   PAUD IT yang  bergabung di JSIT didirikan oleh lembaga swasta. Nah, PAUD IT Jabal Nur adalah pionir berdirinya lembaga PAUD milik desa yang IT. Ada kepengurusannya dan standar mutu yang sudah disusun detail  dalam JSIT,” ungkap Kelapa PAUD IT Jabal Nur, Dela Tiarta Sari ST, kepada Serambinews.com.

Baca: Pagar PAUD di Simeulue Dibongkar Paksa Pemasok Material, Ini Penyebabnya

Tak heran saat meresmikan PAUD yang lahir dengan biaya desa dan iuran uang sekolah ini, Camat Kecamatan Krueng Barona Jaya, Drs Salamuddin MZ, sangat mengharapkan upaya ini juga dapat direalisasikan, diikuti, dan menjadi  contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Basar.

Menurut Dela, latar belakang pendirian PAUD disebabkan rendahnya anak usia dini yang mendapatkan stimulus optimal dalam tumbuh kembangnya.

Padahal sebenarnya dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan anak usia dini.

Hal ini terkendala karena keberadaan lembaga PAUD di setiap desa di Aceh Besar masih sangat kurang.

Baca: Himpaudi Gelar Pentas Seni dan Kreativitas Anak

Menurut informasi yang disampaikan oleh Kadis PK saat pelatihan peningkatan kapasitas GTK PAUD Februari 2018 lalu di Jantho, dari program nasional 1 desa 1 PAUD, sesungguhnya Aceh Besar belum merealisasikannya secara optimal. Hanya di bawah 50 % saja.

"Meunasah Papeun sendiri melakukan upaya ini  agar kita mampu mengejar ketertinggalan," katanya.

Sehingga  tidak tergolong menjadi  daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

Saya juga sangat mengapresiasi keterlibatan penuh aparat Desa Meunasah Papeun. Juga kerjasama dan partisipasi kepala dusun, para orang tua murid  yang sangat respon terhadap sejumlah agenda.

Misalnya ikut bersama dalam pertemuan orang tua murid dan  guru (POMG) & parenting, peringatan hari anak nasional, dan aneka lomba menjelang peresmian PAUD Jabal Nur,” ungkap Dela.

Baca: Beruntung, Bu Guru PAUD UIN Ar-Raniry Ini Dapat Hadiah Sepmor Jalan Gembira

Sebagai pengurus Himpaudi (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini) Aceh Besar, berharap benar agar Bunda PAUD Kecamatan Krueng Barona Jaya bisa menyinambungkan komunikasi dan  siap membantu berdirinya PAUD IT di setiap desa wilayah kecamatan.

Hingga saat ini kru PAUD yang pernah magang di PAUD IT Mutiara Ilmu Desa Lamcot, Darul Imarah ini, memiliki enam orang tenaga kelola.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved