HUT RI ke 73
Pakai Baju Adat Aceh Saat Upacara Pengibaran Bendera di Istana Negara, Jokowi Mirip Linto Baro
Penampilan Jokowi pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Merdeka ini mirip dengan "Linto Baro" atau pengantin pria.
Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
Di momen tersebut, ia tampil berbalut pakaian adat dari daerah Aceh.
Penampilan Jokowi pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-73 di Istana Merdeka ini mirip dengan "Linto Baro" atau pengantin pria.
Pakaian yang didominasi warna hitam, serta kain dan tutup kepala warna merah tersebut biasa disebut pakaian Linto Baro.
Karena Pakaian adat ini cukup terkenal di Aceh, apalgi biasa dipakai pengantin pria di Aceh saat pesta perkawinan.
Baca: Sambut HUT RI Ke 73, Tim Gabungan Lakukan Pemasangan Apartemen Ikan di Perairan Bakongan Timur
Penasaran kan dengan busana adat satu ini?
Dilansir Tribunnews.com dari adat-tradisional.blogspot.com, berikut penjelasan lengkapnya!
Linto Baro merupakan pakaian adat Aceh yang diperuntukkan untuk pria dewasa.
Busana ini biasanya digunakan untuk upacara adat ataupun pemerintahan dan terdiri dari beberapa bagian.
Yaitu baju atasan yang disebut baju Meukasah, celana panjang yang disebut siluweu, kain sarung bernama ijo krong, sebilah siwah atau rencong yang menjadi senjata tradisional khas Aceh, serta tutup kepala bernama Meukeutop.
1. Baju Meukeusah

Busana ini terbuat dari tenunan kain sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam.
Warna hitam dalam kepercayaan adat Aceh merupakan lambang kebesaran.
Pada baju meukeusah kita dapat menemukan sulaman benang emas yang mirip seperti kerah baju China.
Kerah dengan bentuk tersebut diperkirakan karena adanya asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pelaut dan pedagang China di masa silam.
2. Celana / Sileuweu
