Pupuk Bersubsidi Kian Langka di Abdya, Pertumbuhan Tanaman Padi Terganggu, Petani Resah

Diakui, banyak petani di Kecamatan Susoh kewalahan mendapat pupuk bersubsisi yang dibutuhkan akibat tidak ada stok di kios pengecer.

Pupuk Bersubsidi Kian Langka di Abdya, Pertumbuhan Tanaman Padi Terganggu, Petani Resah
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pekerja memuat ratusan ton pupuk bersubsidi di Gudang Penyangga Lini III Abdya di Desa Keude Paya, Blangpidie, Jumat (26/1/2018). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Persediaan pupuk bersubsidi ((NPK Phonska, Urea, SP-36 dan ZA) kerap terjadi kelangaan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terutama ketika tanaman padi berumur satu atau dua bulan.

Kelangaan pupuk di kios-kios resmi pengecer pupuk bersubsidi sangat meresahkan petani karena berdampak terganggu pertumbuhan padi.

Para petani kembali resah dengan peristiwa kelangkaan stok pupuk bersubsidi di kios-kios pengecer di Abdya. Sedangkan tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2018 yang berumur satu bulan lebih sangat butuh  pemupukan.

Sementara persediaan pupuk bersubsisi (NPK Phonska, Urea, SP-36 dan ZA) langka di kios-kios pengecer setempat.

Baca: Persoalan Petani Aceh, Bibit Ada, Pupuk Ada, Tapi Ketika Dibutuhkan Sudah Tidak Ada

“Pupuk Bersubsidi jenis NPK Phonska dan Urea sangat sulit diperoleh karena tak ada stok di kios-kios pengecer,” kata Suryadi, petani Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Blangpidie kepada Serambinews.com, Jumat (24/8/2018).

Kelanggaan pupuk bersubsidi terjadi sejak lima hari lalu, kalaupun ada hanya pupuk Urea dalam jumlah sangat terbatas yang dijual secara eceran (per kilogram) di satu dua kios pengencer di Blangpidie.

Tanaman padi yang sangat mendesak pemupukan, petani terpaksa membeli pupuk nosubsidi dengan tingkat harga tinggi.

Safrizal, petani Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh juga menjelaskan, petani sangat butuh pupuk NPK Phonska dan Urea bersubsidi, namun tidak ada stok di kios-kios pengecer setempat.

Tapi, petani setempat sedikit terbantu dengan pupuk bantuan desa setempat.

Baca: Hasil Panen Padi di Pidie Turun Drastis, Mulai dari Pupuk Langka Hingga Irigasi tak Maksimal

Beberapa petani setempat juga telah melakukan antisipadi sejak awal dengan membeli pupuk bersubsidi pascapanen lalu, kemudian disimpan, dan pupuk tersebut digunakan sekarang ini.

Diakui, banyak petani di Kecamatan Susoh kewalahan mendapat pupuk bersubsisi yang dibutuhkan akibat tidak ada stok di kios pengecer.    

Pantauan Serambinewew.com, Jumat , stok pupuk bersubsidi, jenis NPK Phonska, SP-36, ZA dan Urea sangat sulit ditemukan di kios-kios pengecer resmi kawasan Pasar Blangpidie. 

Kalau ada satu dua kios menjual pupuk Urea bersubsisi secara kiloan.

Baca: Pupuk Langka Lagi, Petani Kian Susah

“Pupuk bersubsidi NPK terakhir masuk 20 Agustus lalu sebanyak 8 ton, dan langsung ‘diserbu’ petani sampai habis,” kata salah seorang pemilik kios pengecer resmi di Jalan H Ilyas, Blangpidie.

Dijelaskan bahwa permintaan pupuk bersubsidi dari petani sangat tinggi untuk pemupukan padi yang beru berumur sekitar satu bulan lebih. Namun,  pupuk bersubsidi (NPK Phonska, Urea, SP-36 dan ZA) tidak tersedia di kios-kios pengecer resmi.

Peristiwa sama juga terjadi pada kios pengecer resmi di kecamatan-kecamatan.

Sedangkan penebusan pupuk bersubsi kepada distributor untuk alokasi bulan Sepetember 2018 baru dapat dilakukan kios pengecer pada pekan pertama bulan depan. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved