Luar Negeri
Ini Kapal Induk Terkecil di Dunia, Ternyata Milik Salah Satu Negara Asean
Perang Pasifik menjadi saksi betapa kemampuan sebuah negara memproduksi kapal-kapal induk menjadi kunci kemenangan
SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat paling banyak memiliki kapal Induk.
Dalam dunia kemiliteran modern kapal induk memainkan peran teramat penting.
Perang Pasifik menjadi saksi betapa kemampuan sebuah negara memproduksi kapal-kapal induk menjadi kunci kemenangan.
Sesuai namanya, kapal induk memiliki fungsi "semacam ibu" dari sebuah aramada.
Baca: Tak Mau Kalah dari AS, Rusia, dan China, Turki Produksi Sendiri Kapal Induk yang Siap Beroperasi
Baca: VIDEO - Atlet Irak Nyanyi Lagu Indonesia Raya di Bandara dan Sapa, Kamu Gantang dan Kamu Cantik
Fungsi kapal induk terutama menjadi pengangkut pesawat-pesawat tempur yang digunakan dalam pertempuran.
Terkait fungsinya itu, kapal induk biasanya memiliki ukuran yang besar dengan awak yang banyak.
Namun apakah semuanya seperti itu?
Ternyata, AL Thailand memiliki sebuah kapal induk yang didaulat sebagai kapal induk terkecil di dunia yaitu HTMS Chakri Naruebet. Thailand merupakan salah satu negara anggota Asean.
Baca: China Kembangkan Jet Tempur Terbaru Untuk Ditempatkan di Kapal Induk
Baca: VIDEO – Heboh Wanita Berdarah di Leher Akibat Tusukan Harus Jalan Kaki 2 Km Untuk Cari Pertolongan
Kapal dengan nomor lambung 911 itu dibuat galangan kapal Bazan di Spanyol berdasarkan model kapal serupa milik AL Spanyol Principe de Asturias.
Pemerintah Thailand memesan kapal ini pada 1992, diluncurkan pada 1996, dan mulai bertugas bersama AL Thailand pada 1997.
HTMS Chakri Naruebet dirancang untuk mengoperasikan helikopter dan pesawet jet dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal/landasan pendek (V/STOL) semacam Sea Harrier atau V-22 Osprey.
Baca: Saat Trikora, Ini 3 Senjata Maut Milik Indonesia yang Siap Jagal Kapal Induk Karel Doorman Belanda
Baca: VIDEO - Rayakan Kemenangan di Liga Inggris, Pemain Liverpool Ini Pilih Bersihkan Masjid
Kapal ini dirancang diproyeksikan mampu membawa enam jet AV-8S Matador Harrier dan enam helikopter Sikorsky SH-60 Seahawk.
Secara teori kapal ini bisa mengangkut maksimal 14 helikopter campuran Sikorsky Sea King, Sikorsky S-76, dan CH-6 Chinook.
Namun, pada 1999 dilaporkan hanya satu jet Matador Harrier yang dioperasikan dari kapal ini karena masalah suku cadang, pelatihan, dan keterbatasan dana.
Baca: AS Bangun Kapal Induk Termahal Seharga Rp 169,6 Triliun
Baca: VIDEO - Ular Piton Raksasa Ditemukan Dengan Perut Kembung, Begitu Dibelah Ternyata Ini di Dalamnya
Pada 2006, semua skuadron jet Harrier tidak beroperasi lagi dari geladak kapal ini dan Chakri Naruebet hanya berfungsi sebagai kapal patroli semata.
Dan, sejak 1997 akibat keterbatasan anggaran sebagai dampak krisis keuangan, kapal ini lebih banyak bersandar di pangkalan AL Sattahip.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mengenal Chakri Naruebet, Kapal Induk Terkecil di Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-induk-terkecil_20180904_185612.jpg)