Dolar Diprediksi akan Kehilangan Kekuatannya Tahun 2025, Mata Uang ini yang Akan Menggantikannya

Beberapa bank di ibu kota besar dunia juga menerima kartu debit UnionPay di mesin kasir otomatis (ATM), termasuk di Amerika Serikat.

Dolar Diprediksi akan Kehilangan Kekuatannya Tahun 2025, Mata Uang ini yang Akan Menggantikannya
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolla AS yang ditransaksikan pada Selasa (8/5/2018) ditutup melemah 51 poin atau 0,36 persen ke level Rp14.052 per dollar AS.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN) 

Sebelumnya hanya empat mata uang yang sekarang menjadi bagian dari keranjang IMF yang ada, dolar AS, euro, pound Inggris dan yen Jepang.

Baca: Apa Kabar Wakaf Aceh?

 
Pada November tahun 2015 lalu yuan akhirnya masuk dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR), IMF menetapkannya sebagai mata uang internasional.

Pada tahun 2020, IMF akan melakukan tinjauan lima tahun untuk memutuskan mata uang mana yang harus ada dalam keranjang.

Baca: Tukar Telkomsel Poin, Pelanggan Dapat Berbagai Hadiah

Hampir bisa dipastikan bahwa yuan akan ada di antara mereka.

Ada tiga indikator yang sangat kuat tentang mengapa hal ini mungkin terjadi.

Pertama, investasi luar negeri China akan mencapai US $ 1,25 triliun dalam waktu sepuluh tahun; itu akan menjadi yang kedua setelah AS.

Kedua, cadangan yuan lepas pantai saat ini mencapai US $ 319,7 miliar dan naik.

Ketiga, kartu debit UnionPay China, yang diperkenalkan di China pada tahun 2002 sebagai kartu kredit dan debit domestik, kini telah menyebar sebagai kartu kredit ke lebih dari 140 negara.

Beberapa bank di ibu kota besar dunia juga menerima kartu debit UnionPay di mesin kasir otomatis (ATM), termasuk di Amerika Serikat.

Akhirnya, kartu ini akan menjadi banyak digunakan di seluruh dunia sebagai kartu AS dan Eropa.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan jduul : Dolar Diprediksi akan Kehilangan Kekuatannya Tahun 2025, Mata Uang ini yang Akan Menggantikannya

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved