Curhat Cak Munir tentang Maling yang Kembalikan Motornya Setelah Tahu Ia Pembela Rakyat Kecil

Motor itu raib dari halaman parkir KONTRAS, sebelum pindah ke Kwitang, di Jl. Mendut, No. 3, Menteng, Jakarta Pusat.

Curhat Cak Munir tentang Maling yang Kembalikan Motornya Setelah Tahu Ia Pembela Rakyat Kecil
IST/ Intisari Online
Cak Munir menyebut motor sebagai simbol masyarakat kecil. 

Pas pulang Magrib, motor telah lenyap. Padahal teman parkirnya, Astrea Star, masih ada.

Kejadian itu langsung ia dilaporkan ke polisi.

"Bukan berharap motor balik. Sekadar antisipasi jangan jadi tertuduh. Bahaya kalau sewaktu-waktu motor saya jadi alat kejahatan," bilang pria berkumis lebat itu.

Cak Munir pertama nyemplak kuda besi kelas 2 SMA.

Saking lebatnya kumis Cak Munir, kadang kumisnya saja yang bergerak.

Apalagi kalau ada mahasiswa atau rakyat dilaporkan diculik.

Baca: MTQ Gayo Lues Dibuka Nanti Malam di Kutapanjang

Tapi kali ini, kumis Cak Munir tak bisa berbuat banyak, karena motornya diculik orang tak dikenal.

 
Kembali Cak Munir membeli Mandra. Maksudnya, Supra 1999.

Pada September 2001, di lokasi yang sama (LBH Jakarta), motor itu diculik juga.

Supra ini diparkir lama lantaran ditinggal tugas ke Papua. Maklum, di Papua banyak orang lenyap tiba-tiba.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved