Ustaz Abdul Somad Lihat Foto Sultan Hamid II, Sang Perancang Garuda Pancasila
Sang Ustaz pun memanfaatkan momentum itu untuk memberi pesan yang sangat berharga bagi bangsa.
"Anak muda harus sibuk dengan kegiatan positif," katanya.
Baca: Mahasiswa Demo Tuntut Pemerintah Pikirkan Ekonomi
Di sisi lain, UAS mengingatkan pentingnya memiliki kekuatan, kaya, agama, dan mengingat kematian.
Ia menegaskan orang harus mencari Sultan Pontianak yang namanya masih diingat oleh masyarakat.
"Kami memperingati peringatan kematiannya karena dia orang baik, dia telah melakukan perbuatan baik terhadap agama dan bangsanya," kata Ustaz Abdul Somad saat Haul Akbar Pendiri Kota Pontianak.
Lebih Dekat Dengan Sultan Hamid II
Dikutip dari Wikipedia, Sultan Hamid II, lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun)
Sultan Hamid II adalah Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.
Dalam tubuhnya mengalir darah Arab-Indonesia.
Ia beristrikan seorang perempuan Belanda kelahiran Surabaya, yang memberikannya dua anak yang sekarang tinggal di Negeri Belanda.
Baca: Cek Mad Ajukan Pengunduran Diri dari Ketua PA Aceh Utara
Kehidupan Awal
Syarif Hamid al-Qadri, lahir pada tanggal 12 Juli 1913 di Pontianak dari pasangan Syarif Muhammad al-Qadri dan Syecha Jamilah Syarwani.
Ia merupakan anak sulung keenam mereka.
Sampai usia 12 tahun, Hamid dibesarkan oleh ibu angkat asal Skotlandia Salome Catherine Fox dan rekan ekspatriatnya asal Inggris Edith Maud Curteis.
Salome Fox adalah adik dari kepala sebuah firma perdagangan Inggris yang berbasis di Singapura.
Di bawah asuhan mereka, Hamid menjadi fasih berbahasa Inggris. Pada tahun 1933, Salome Fox meninggal namun Hamid masih tetap berhubungan dengan rekannya Curteis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ustadz-abdul-somad-dan-foto-sultan-abdul-hamid-ii_20180913_105043.jpg)