Kamis, 7 Mei 2026

Gempa Palu Sulawesi Tengah

Jansen Sitindaon Tanggapi Tayangan Media Televisi Asing soal Gempa Palu: Mencoreng Wajah Bangsa

Bahkan ibu-ibu terlihat membawa alat penggorengan yang diisi dengan batu, yang menggambarkan mereka memasak batu untuk makan.

Tayang:
Editor: Amirullah
demokrat.or.id
Jansen Sitindaon 

SERAMBINEWS.COM - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon tampak menanggapi sebuah tayangan media televisi asing Al Jazeera yang membuat peliputan gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @jansen_jsp yang diunggah pada Rabu (10/10/2018).

Dalam postingannya itu, Jansen turut mengunggah tayangan tv Al Jazeera yang ia maksud.

Dari video itu, terlihat warga menggelar Demo lantaran kecewa dengan penanganan bencana.

Bahkan ibu-ibu terlihat membawa alat penggorengan yang diisi dengan batu, yang menggambarkan mereka memasak batu untuk makan.

Baca: Soal Dugaan Keterlibatan Kapolri Tito dalam Kasus Korupsi, Jokowi: Saya Enggak Mau Ikut Campur

Baca: Tragis, Pengendara Becak Tewas setelah Terseret 140 Meter dalam Tabrakan Sempati Star di Pidie

"Cc: Pres @jokowi:

Saya sdh tonton video TV Asing ini. Antri minyak di POM Bensin, masalah gas dll hal biasalah itu.

Namanya sdg bencana. Tapi masyarakat "MASAK BATU DI KUALI" ini yg tdk kuat kita lihatnya.

Selain mencoreng wajah bangsa, kasihan jika sampai benar makanan tdk ada," tulis Jansen.

Menurut Jansen, yang menjaga wajah bangsa di luar negeri adalah presiden.

"Itu tayangan di TV Luar Negeri. Yg menjaga wajah bangsa ini di luar ya Presiden.

Saya tak ada urusan dgn Walikota atau Gubernurnya.

Kalau kerja mereka tdk benar "dikeplak" aja kepalanya oleh @jokowi! Kan kewenangan dia itu sbg Presiden.

Lagian ini statusnya sdh bencana nasional," imbuh Jansen saat ditanya kenapa hanya me-mention akun Jokowi.

Baca: Naik per 10 Oktober 2018, Ini Daftar Harga Terbaru BBM Non Subsidi Pertamax Cs di Setiap Provinsi

Baca: Perjuangan Istri Indro Warkop Melawan Kanker Paru, Selalu Berzikir Walaupun Napas Sudah Berat

Sementara itu, dikutip dari laman Al Jazeera, Senin (8/10/2018), lambatnya kedatangan bantuan membuat para korban frustasi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved