Gempa Palu Sulawesi Tengah
Jansen Sitindaon Tanggapi Tayangan Media Televisi Asing soal Gempa Palu: Mencoreng Wajah Bangsa
Bahkan ibu-ibu terlihat membawa alat penggorengan yang diisi dengan batu, yang menggambarkan mereka memasak batu untuk makan.
Media tersbut mengambarkan bahwa masyarakat memanjat puing-puing bangunan yang rusak dan mengambil apa pun untuk bisa dimakan, seperti susu kaleng, minuman ringan, beras, permen, hingga obat penghilang rasa sakit.
Diberitakan sebelumnya, gempa 7,7 SR mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) lalu.
Bahkan, gempa susulan juga sempat mengguncang Palu dan sekitarnya, pada Selasa (9/10/2018), sekitar pukul 05.15 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa pagi ini berlokasi di 0.89 Lintang Selatan dan 119.93 Bujur Timur atau 5 km arah timur laut Kota Palu.
Baca: Harga 3 Jenis BBM Non Subsidi Naik Per Pukul 11.00 WIB di Seluruh Indonesia, Ini Alasan Pertamina
Episentrum gempa berada di kedalaman 10 km.
Gempa dangkal tersebut membuat warga di kawasan Maesa yang masih tidur di posko pengungsian atau di halaman rumah kontan berhamburan keluar.
"Setelah salat subuh di teras sekolah, tiba-tiba ada gempa, kami langsung menyelamatkan diri ke halaman," kata Usman yang dikutip dari Kompas.com.
BNPB melaporkan korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah masih terus bertambah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada konferensi pers Update Tanggap Bencana Sulteng, Minggu (7/10/2018) yang dikutip TribunWow.com dari akun YouTube BNPB Indonesia.
Baca: Amien Rais Minta Kapolri Tito Karnavian Dicopot
"Jumlah korban jiwa masih terus bertambah karena pencarian korban masih terus dilakukan," ujar Sutopo.
Dilaporkan hingga Minggu (7/10/2018), korban meninggal sebanyak 1.763 orang.
Korban meninggal di Kota Palu sebanyak 1.519 orang, Kabupaten Donggala 159 orang, Kabupaten Parigi Mautong 15 orang, Pasangkayu 1 orang.
Dari 1.763 korban meninggal, 1.755 orang telah dimakamkan.
Sutopo menyampaikan korban meninggal paling banyak berasal dari Palu yang disebabkan oleh tsunami.
Dalam konferensi pers, juga disampaikan ada 1.445 unit rumah di Balaroa yang rusak, dan di Petobo diperkirakan mencapai 2.050 rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jansen-sitindaon_20181010_141550.jpg)