Senin, 27 April 2026

Pria Cacat Leher di Simpang BPKP Disuruh Mengemis oleh Keluarga, Joki Lebih Banyak Dapat Bagian

Pengakuan itu langsung kami dengar langsung dari orang tua Nazar, pada saat Nazar kami antar ke kampung halamannya

Penulis: Misran Asri | Editor: Muhammad Hadi
IST
Pria bernama Nazaruddin, berumur sekitar 23 tahun itu, sengaja dieksploitasi dan diduga dipaksa jadi pengemis oleh orang tuanya yang menetap di salah satu gampong di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bagi anda yang pernah melintas di kawasan Simpang BPKP, Banda Aceh, pasti ingat dengan seorang pengemis yang mengalami cacat fisik akibat gangguan syaraf leher belakang yang dideritanya.

Pria bernama Nazaruddin, berumur sekitar 23 tahun itu, sengaja dieksploitasi dan diduga dipaksa jadi pengemis oleh orang tuanya yang menetap di salah satu gampong di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

Fakta mengejutkan itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Kota Banda Aceh, Drs Muzakir didampingi Kabid Rehabilitasi, TM Syukri SSos MAP, kepada Prohaba, Senin (22/10/2018).

Baca: Ambil Uang Rp115 Juta di Bank, Video Pengemis Ini Viral, Pihak Keluarga Beri Klarifikasi

Baca: Kisah Ibu Para Anak Yatim Piatu, Perempuan Pengemis yang Mengurus 1.400 Anak Telantar

Baca: Siap Hadapi Floyd Mayweather Jr, Khabib Nurmagomedov Dikabarkan Minta Bantuan Mike Tyson

Dinas Sosial Aceh bersama personel Satpol PP Aceh, Satpol PP Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh menggelar razia terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah sudut dalam Kota Banda Aceh, Selasa (16/10/2018)
Dinas Sosial Aceh bersama personel Satpol PP Aceh, Satpol PP Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh menggelar razia terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah sudut dalam Kota Banda Aceh, Selasa (16/10/2018) (SERAMBINEWS.COM/M NASIR)

"Pengakuan itu langsung kami dengar langsung dari orang tua Nazar, pada saat Nazar kami antar ke kampung halamannya di Kecamatan Delima Pidie, setelah terjaring razia," kata TM Syukri.

Ia menjelaskan pada saat Nazar terjaring razia penertiban yang dilakukan bersama tim gabungan dari Satpol PP dan Polresta Banda Aceh, kemudian Nazar diantar ke kampung halamannya di Delima Pidie.

Pihaknya mendapatkan keterangan kalau selama ini Nazar memang sengaja disuruh mengemis oleh keluarganya.

Baca: Belasan Gepeng Terjaring Razia di Banda Aceh, Mereka akan Dibina di Sini

Baca: Paksa 19 Anaknya Jadi Pengemis, Pasangan Suami Istri Dipenjara 15 Bulan

Baca: Haji Uma Minta Dinas Bina Marga Aceh Perbaiki Kerusakan di Jalan Pengubung KKA

Lalu, menurut orang tua Nazar, lanjut TM Syukri, pemuda malang itu sengaja disuruh mengemis di Banda Aceh dengan dibantu sejumlah joki atau orang-orang yang berbeda untuk membawa Nazar mengemis di Simpang BPKP.

Lalu dari hasil mengemis, lebih banyak diperoleh oleh Joki.

Fakta lainnya yang diperoleh dari pihak keluarga, Nazar, anak cacat ini juga sengaja ditempatkan mengemis setiap hari di Simpang BPKP dengan ditemani joki yang sering bergonta-ganti.

Baca: Meski Ilegal, Para Pengemis Dubai Bisa Dapat Rp1 Miliar Sebulan dengan Cara Ini

Baca: VIDEO: Satpol PP Banda Aceh Amankan Puluhan Pengemis dan Anak Jalanan

Baca: Pengemis di Banda Aceh Ini, Isi Dompetnya Uang Ringgit

Kemudian untuk mempermudah menjangkau lokasi, orang tuanya menyewa sebuah rumah di satu gampong di Kecamatan Banda Raya serta berlangganan sebuah becak penumpang, agar bisa mengantar Nazar ke Simpang BPKP setiap hari.

"Ini kenyataan yang miris. Kami juga sempat memberikan peringatan pada keluarga bahwa tindakan yang dilakukan itu salah dan bisa dipidanakan. Lalu, sebagai alasan mereka mengungkapkan Nazar disuruh mengemis untuk keperluannya juga, sebagai biaya operasi di Malaysia sebesar Rp 15 juta. Tapi, dibalik benar atau tidaknya itu kita tidak pernah tahu," ujar TM Syukri.

Namun, hakikatnya apa yang dilakukan pihak keluarga itu salah dengan 'memanfaatkan' kekurangan Nazar yang cacat fisik akibat gangguan urat syaraf leher belakang.

Baca: Terungkap dari Hasil Razia, Banyak Pengemis Aceh Utara Beraktivitas di Lhokseumawe

Baca: 33 Anak Jalanan, Waria, dan Pengemis Diamankan di Banda Aceh, Begini Tindakan Wali Kota

Baca: Perkerjakan Anak Sebagai Pengemis, Polisi Abdya Amankan Empat Warga Aceh Timur

Karena dari pengakuan keluarga, uang yang diperoleh Nazar selama ini dari mengemis juga digunakan untuk kepentingan keluarganya di Delima Pidie.

"Kami mengindikasikan uang yang dicari oleh Nazar selama ini dari mengemis dengan dalih untuk keperluan operasinya hanya modus dan bentuk 'pembelaan' semata. Meski demikian, kami tetap mengarahkan keluarga membuat surat keterangan tidak mampu dan ditujukan ke Dinsos Pidie untuk membantu memfasilitasi biaya pengobatan Nazar, kalau hal itu benar," ungkap TM Syukri.

Namun, yang memilukan, sekitar seminggu dipulangkan ke desanya, di Kecamatan Delima, Pidie, Nazar justru kembali terlihat.

Baca: Ferdinand Hutahean Komentari Jokowi Bagi Amplop: Apa Ini Cara Tempatkan Rakyat Sebagai Pengemis?

Baca: Mesin Potong Padi di Abdya Telan Korban Jiwa, Seorang Meninggal dan Satu Orang Patah Tangan

Baca: WASPADALAH! Polresta Banda Aceh Tangkap Maling Berpura-pura Sebagai Pengemis, Ini Jumlah Aksinya 

SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF

Empat warga  Desa Lhok Nibong, Pante Bidari, Atim, diamankan di Polsek, Susoh, Abdya, Rabu (27/12/2017) malam. Mereka diduga mengeksploitasi tiga anak di bawah umur untuk bekerja meminta-minta.
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF Empat warga Desa Lhok Nibong, Pante Bidari, Atim, diamankan di Polsek, Susoh, Abdya, Rabu (27/12/2017) malam. Mereka diduga mengeksploitasi tiga anak di bawah umur untuk bekerja meminta-minta. (SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF)

Tapi, bukan di Simpang BPKP, Banda Aceh, melainkan sudah berada di traffic light, Simpang Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

"Dia dibawa oleh seorang joki berbeda lainnya," pungkas Kabid Rehabilitasi Dinsos Kota Banda Aceh ini.

"Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kami minta kepada seluruh warga, pengguna jalan, pemilik warung dan restoran untuk tidak memberi ruang pengemis meminta-minta di tempat usahanya. Tapi, usaha yang kita lakukan ini agar para pengemis ini tidak menjadi malas," demikian TM Syukri.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved