Prabowo Merasa Candaannya Selalu Dipermasalahkan, Perkataan Apa pun Bisa Dipolitisasi

Menurut Prabowo, dengan fenomena yang terjadi saat ini, gurauan tidak bisa lagi diungkapkan dengan bebas.

Prabowo Merasa Candaannya Selalu Dipermasalahkan, Perkataan Apa pun Bisa Dipolitisasi
Istimewa
Partai Gerindra melakukan gerakan revolusi putih bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 partai itu yang digelar di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2/2018). 

"Sekarang istilah emak-emak enggak boleh, takbir masih boleh? Jangan-jangan takbir enggak boleh juga," ujar dia.

Menurut Prabowo, dengan fenomena yang terjadi saat ini, gurauan tidak bisa lagi diungkapkan dengan bebas.

Perkataan apa pun bisa dipolitisasi dan menjadi perdebatan panjang.

Sambil berseloroh, dia yakin pendukungnya mengerti apa yang dimaksudnya tanpa banyak berbicara.

"Jadi joke sekarang harus dibatasi. Jadi saya bingung saya mau bicara apa. Tetapi Saudara-saudara sudah mengertilah karena itu Saudara di sini," kata Prabowo.

Baca: Heboh, Warga Temukan Mayat di Sungai Alas Uning Sigurgur, Terdapat Luka dan Mengapung

Baca: 6 Fakta Baru Pencarian Korban Lion Air JT 610, Temuan Kotak Hitam Hingga Identifikasi 14 Jenazah

Pernyataan Prabowo yang jadi polemik

Beberapa kali, ucapan Prabowo memang menimbulkan perdebatan panjang. Kali ini, soal pernyataan "tampang Boyolali".

Polemik ini berawal ketika Prabowo dalam pidatonya menyebut Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah.

Ia menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota. Namun, ia yakin warga Boyolali tidak pernah menginjakan kaki di hotel mewah itu.

"Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?” tanya Prabowo. "Betul,” jawab masyarakat Boyolali yang hadir di acara itu.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved