Senin, 20 April 2026

Sultan Muhammad Daoed Sjah Menjadi Pahlawan Nasional, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Usulan Ini

Pemerintah perlu mempertimbangkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Aceh terakhir, Tuanku Muhammad Doed Sjah.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
Dok. Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta
Kepala Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Almuniza Kamal bersamama sejumlah warga Aceh melakukan ziarah ke makam Sultan Aceh terakhir di Rawamangun, Jakarta, Senin (05/11/2018). 
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, menyatakan Pemerintah perlu mempertimbangkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Aceh terakhir, Tuanku Muhammad Doed Sjah.
Usulan  pernah disampaikan Tim Peubeudoh Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba).
Almuniza Kamal mengatakan hal itu seusai bersama sejumlah masyarakat Aceh di Jakarta melakukan ziarah ke Makam Sultan Muhammad Daoed Syah, di TPU Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018). Ziarah makam Sultan Aceh ke-35 (terakhir) ini dimaksudkan untuk menyambut Hari Pahlawan Nasional, 10 November.
"Masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek ternyata hanya sedikit yang tahu kalau Sultan Aceh terakhir dimakamkan di Rawamangun," kata Almuniza.
Padahal menurut Almuniza, ada nilai yang sangat penting dari sejarah kepahlawanan Tuanku Muhammad Daoed, yakni penolakannya untuk takluk kepada Belanda.
"Sejak diangkat menjadi Sultan Aceh, sampai meninggalnya dalam tawanan Belanda, Tuanku Muhammad Daoed Syah tidak mau takluk kepada Belanda. Bahkan surat penyerahan kekuasaan yang disodorkan Belanda, dirobek-robek," jelasnya.
Dikatakan Almuniza, sikap Sultan itu membuat Aceh menjadi satu-satunya daerah yang tidak berhasil ditaklukan Belanda sampai proklamasi kemerdekaan RI. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved