Klarifikasi Pidato 'Tampang Boyolali', Prabowo: Itu Empati Kalau Enggak Boleh Bercanda

Prabowo Subianto, menyampaikan klarifikasinya terkait pidatonya yang menyinggung soal "tampang Boyolali".

Editor: Faisal Zamzami
Calon presiden Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.(ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

SERAMBINEWS.COM - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan klarifikasinya terkait pidatonya yang menyinggung soal "tampang Boyolali".

Prabowo mengaku dirinya sama sekali tak memiliki niat untuk menghina.

Terlihat pada video yang diunggah oleh Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, melalui akun Twitternya, Selasa (6/11/2018).

Dahnil meminta klarifikasi langsung kepada Prabowo.

"Lagi ramai nih bang, katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena Pak Prabowo menyebut tampang Boyolali, padahal Anda tampang Bojong Koneng, bagaimana nih Pak?" kata Dahnil membuka pertanyaannya.

"Saya kira itu mungkin berlebihan, saya tidak ada niat sama sekali," kata Prabowo.

"Itu cara saya kalau bicara itu familiar, bahasa sebagai seorang teman," lanjutnya.

Prabowo juga mengatakan bahwa pidatonya tersirat empati bukan untuk menghina.

"Bukan menghina, itu empati," kata Prabowo.

"Itu empati, solidaritas saya, saya tahu kondisi kalian,"

"Justru yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan sosial,"

Pada video ini, Prabowo juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atas ucapannya tersebut.

"Maksud saya tidak negatif, kalau ada yang tersinggung ya saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," ucap Prabowo.

Pada video ketiga, ia pun mengungkapkan bahwa dirinya hanya bercanda.

"Ini negara demokrasi, kalau kita enggak boleh melucu, enggak boleh seloroh, enggak boleh joking, enggak boleh bercanda, ya bosan," ucap Prabowo.

"Jadi pesan Pak Prabowo, beliau tentu ingin akrab dengan masyarakat Boyolali dan ingin akrab dengan seluruh masyarakat Indonesia," tutup Dahnil pada video yang dibagi menjadi 3 bagian.

Baca: Terungkap, Ratna Sarumpaet Sudah Jadi Pasien Psikiater Selama Setahun Terakhir

Baca: Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab Dikabarkan Ditangkap di Arab Saudi, Begini Faktanya

Diberitakan sebelumnya, Prabowo Subianto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pria bernama Dakun yang mengaku berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (2/11/2018) malam.

Kuasa hukum Dakun, yaitu Muannas Alaidid mengatakan, kliennya melaporkan Prabowo karena ucapan "tampang Boyolali" dalam pidato Prabowo di Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.

Potongan kalimat dalam pidato Prabowo yang dipermasalahkan Dakun, yaitu "...dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut).

Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."

Menurut Muannas, seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, hal ini tak layak diucapkan meskipun kalimat tersebut dilontarkan di depan para pendukung Prabowo.

"Mungkin ada yang menerima tapi jangan membatasi juga kemudian ada yang tersinggung, mungkin yang hadir di situ ada pendukungnya Pak Prabowo, tapi ada juga pendukungnya Pak Jokowi, mungkin merasa tersinggung," ujar Muannas, Jumat. (*)

Baca: 39 Gajah Liar Berhasil Dihalau

Baca: Santri Oemar Diyan Juara Nasional

Baca: Tarian Nusantara Semarakkan Pembukaan FKU

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Klarifikasi Pidato 'Tampang Boyolali', Prabowo: Itu Empati Kalau Enggak Boleh Bercanda, Ya Bosan

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved