Senin, 20 April 2026

Komet Terbaru Ditemukan, Penampakannya Dapat Dilihat dari Indonesia, Catat Tanggalnya

Para astronom baru saja menemukan sebuah komet baru. Komet ini bisa dilihat dari Indonesia saat fajar antara 12 hingga 22 November.

Editor: Taufik Hidayat

SERAMBINEWS.COM - Para astronom baru saja menemukan sebuah komet baru. Menurut Minor Planet Center, komet tersebut pertama kali dilaporkan oleh Don Machholz. Ia mengamati komet itu dengan cara visual, pertama kali pada Rabu (07/11/2018) atau Kamis (08/11/2018).

Selain itu, dua pengamat Jepang, Shigehisa Fujikawa dan Masayuki Iwamoto, juga melihat obyek yang sama di waktu yang sama juga.

Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh para astronom. Salah satunya adalah Marufin Sudibyo seorang astronom amatir dari Indonesia.

"Saat itu magnitudo komet +10, sekarang sudah + 8. Nampaknya bakal terang,” ucap Marufin, Rabu (14/11/2018).

Baca: Gerhana Bukan Fenomena Biasa, Rasulullah Melihat Surga dan Neraka, Begini Kisahnya

Ketika ditanya apakah komet itu akan melintas di dekat Bumi, Marufin mengatakan bahwa benda antariksa tersebut berjarak lumayan jauh.

“Tapi perihelion atau garis edar terdekat Mataharinya mencapai orbit Mekurius. Akan cukup terang, jika komet itu nggak keburu hancur," imbuhnya. 

Marufin juga menjelaskan bahwa deklinasi atau koordinat ekuator komet tersebut negatif.

"Ia mudah dilihat dari belahan Bumi selatan. Deklinasi maksimal -19, artinya dari kawasan garis khatulistiwa pun bisa terlihat hingga ketinggian 71 derajat. Cukup tinggi," tambah Marufin.

Walaupun terlihat dari Indonesia, Marufin menjelaskan bahwa komet tersebut merupakan jenis teleskopik. Dalam arti lain, komet tersebut tidak dapat diamati dengan mata telanjang.

Baca: Fenomena Matahari Kembar 4 di Kep Riau Viral di Media Sosial, Ini Penjelasan BMKG

Namun, bila ingin mengabadikan komet baru tersebut, Marufin memberikan tips yang bisa diikuti.

"Potret menggunakan kamera DSLR dengan lensa 50 mm atau lebih besar. Dan pengamatan terbaik adalah pukul 04.00 WIB," ujarnya.

Menurut Marufin, komet ini hanya bisa dilihat saat fajar antara 12 hingga 22 November mendatang. Selepas itu, ia tidak akan terlihat sama sekali dari Indonesia.(National Geographic)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved