Mengungkap Keruntuhan Peradaban Sungai Indus Himalaya yang Misterius
Punahnya Peradaban Harappa Meski telah berpindah ke kaki gunung Himalaya, warga Harappa tetap tidak bisa menghentikan perubahan iklim.
SERAMBINEWS.COM - Sekitar 4.000 tahun lalu, sebuah peradaban yang berkembang di Lembah Sungai Indus secara misterius meninggalkan tempat tinggal mereka.
Mereka adalah orang yang mengembangkan peradaban Harappa, saat ini Pakistan.
Baca: 4 Fakta Terbaru dari Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Sebelum meninggalkan kota-kota mereka, ekonomi lokal dan perdagangan jarak jauh telah berkembang pesat di wilayah tersebut.
Namun, pada tahun 1800 sebelum masehi (SM) warga di wilayah itu mendadak meninggalkan budaya modern dan berpindah ke desa-desa kecil di sekitar kaki bukit Himalaya.
Baca: Polisi Berseragam Lengkap Hingga Mobil Barracuda Kawal Sandiaga di Aceh
Menurut para peneliti, alasan mereka meninggalkan kota modern yang telah dibangun adalah perubahan iklim.
Tentunya, perubahan iklim saat itu bukan seperti sekarang di mana bumi mendapat ancaman pemanasan global.
Justru saat itu yang terjadi adalah zaman es mini.
Cuaca tersebut menyebabkan perubahan keseimbangan suhu di berbagai belahan dunia.
Baca: Jadwal PSS Sleman vs Persiraja - Laga Penentuan Babak 8 Besar Liga 2
Tak hanyai itu, perubahan iklim ini meningkatkan musim dingin sementara secara bertahap mengeringkan musim panas.
Pada gilirannya, fenomena ini berdampak negatif pada pertanian. Akibatnya, sulit bagi warga Harappa untuk memberi makan seluruh populasi mereka.
Menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal Climate of the Past, ini yang menyebabkan mereka pindah.
"Meskipun angin musim hujan yang terus berubah membuat pertanian sulit di Lembah Indus, tapi di kaki bukit kelembapan dan hujan tetap datang lebih teratur," ungkap Liviu Giosan, ahli geologi dari Woods Hole Oceanographic Institute dikutip dari Science Alert, Senin (19/11/2018).
Baca: Sering Diolok-olok Warga, Pria Ini Bunuh 56 Orang dan Ciderai 37 Lainnya dalam 8 Jam
"Ketika badai musim dingin dari Mediterania menghantam Himalaya, mereka menciptakan hujan di sisi Pakistan, dan mengisi air sungai-sungai kecil di sana. Dibanding banjir pada musim hujan yang dimanfaatkan warga Harappa di Lembah Indus, itu adalah air yang relatif sedikit, tapi setidaknya bisa diandalkan," imbuhnya.
Pencarian Bukti Bukti pergeseran iklim ini diketahui para peneliti dari sedimen kuno dari bahwa dasar Laut Arab. Giosan dan timnya mengambil sampel inti dari beberapa lokasi.
Baca: Muh Hamzah Amirullah, Tukang Becak Berhasil Jadi Sarjana, Saat Wisuda Antar Ibu Dengan Becaknya
Mereka mempelajari lapisan sedimen tersebut untuk mencari tanda khusus musim dingin. Tanda yang dimaksud adalah sejenis cangkang dari plankton bersel tunggal yang disebut foraminifera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peradaban-sungai-indus-himalaya.jpg)