Selasa, 14 April 2026

Mengungkap Keruntuhan Peradaban Sungai Indus Himalaya yang Misterius

Punahnya Peradaban Harappa Meski telah berpindah ke kaki gunung Himalaya, warga Harappa tetap tidak bisa menghentikan perubahan iklim.

Editor: Fatimah
(Shorthistory.org)
Misteri runtuhnya peradaban Sungai Indus. 

 
Seperti yang diketahui, ketika hujan datang saat musim dingin terjadi, ada lonjakan dalam kehidupan tumbuhan dan hewan laut.

Itu karena angin kencang saat hujan membawa nutrisi ke dalam lautan.

Baca: Mahfud MD Minta Acara Maulid Nabi Tak Diprovokasi dengan Isu Bidah: Itu Sudah Kuno dan Tidak Laku

Fosil-fosil dalam inti sedimen ini yang membuktikan adanya angin musim dingin pada masa tersebut.

Karena lingkungan tersebut rendah oksigen, DNA tersebut terawetkan dengan baik.

"Nilai pendekatan ini adalah memberi Anda gambaran keanekaragaman hayati masa lalu dengan mengandalkan sisa kerangka atau catatan fosil," kata William Orsi, ahli paleontologi dan geobiologi dari Ludwig Maximilian University (LMU) Jerman.

Punahnya Peradaban Harappa Meski telah berpindah ke kaki gunung Himalaya, warga Harappa tetap tidak bisa menghentikan perubahan iklim.

Baca: Muh Hamzah Amirullah, Tukang Becak Berhasil Jadi Sarjana, Saat Wisuda Antar Ibu Dengan Becaknya

Wilayah baru yang mereka tinggali juga tidak bisa menopang dalam jangka waktu panjang. Hujan di sana akirnya mengering hingga peradaban Harappa punah.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka menghilang sepenuhnya karena perubahan iklim, karena pada saat yang sama, peradaban Indo-Arya tiba di wilayah itu dengan peralatan yang lebih canggih," kata Giosan.

"Tapi sangat mungkin bahwa hujan di musim dingin memainkan peran," tegasnya. 

Kasus Lain Seperti yang kita ketahui, perubahan iklim telah memainkan peran dalam berbagai migrasi sepanjang sejarah.

Baca: 5 Fakta Kehidupan Dani Pedrosa, Kini Putuskan Pensiun dari MotoGP

Misalnya saja, zaman es berkontribusi pada migrasi Homo sapien awal dari Afrika. Tak hanya itu, perubahan iklim juga memainkan peran kunci dalam Kelaparan Besar pada tahun 1315.

Fenomena ini memaksa Eropa abad pertengahan bertekuk lutut.

Baca: Murid SD Alami Keguguran di Sekolah, Korban Dihamili Sang Paman

"Jika Anda melihat Suriah dan Afrika, migrasi dari daerah-daerah itu memiliki akar pada perubahan iklim," tutur Giosan.

"Pada masa tersebut, warga Harappa bisa mengatasi perubahan iklim dengan bermigrasi. Tapi sekarang, perubahan iklim telah terjadi di berbagai belaan dunia," sambungnya. (Resa Eka Ayu Sartika)

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Menguak Keruntuhan Peradaban Sungai Indus Himalaya yang Misterius

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved