Potret Kehidupan Dibalik Tembok Pemisah Antara Orang Kaya dan Orang Miskin di Peru
Fenomena diskriminasi sosial ini terjadi di negara Peru, mengakibatkan warga yang kaya tidak mau berhubungan dengan warga miskin.
SERAMBINEWS.COM - Banyak dari kita yang beranggapan jika dinding pembatas hanya digunakan untuk memisahkan dua negara.
Namun pemandangan berbeda akan kamu temukan di Peru.
Baca: Live Streaming Ceramah Ustadz Abdul Somad di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Mulai Pukul 20.00
Dinding pembatas di Peru tak cuma dibangun untuk memisahkan negara itu dengan negara tetangga.
Dinding pembatas di sana juga dibangun sebagai pemisah antara "si kaya" dan "si miskin".
Baca: Ini Kisah Hidup Pauwizah, Camat Perempuan Kuala Batee Sebelum Meninggal, Sosok Pintar dan Baik Hati
Disebut "Wall of Shame", dinding sepanjang 10 kilometer dengan tinggi 3 meter itu dilapisi dengan kawat berduri di atasnya.
Siapa sangka, ada realita menyedihkan di balik dibuatnya dinding tinggi berlapis kawat berduri itu.
Dilansir dari laman Dailymail.co.uk, kawat berduri itu sengaja dipasang untuk menghindari orang yang kurang mampu melakukan tindak kriminal, misalnya mencuri.
Fenomena diskriminasi sosial ini terjadi di negara Peru, mengakibatkan warga yang kaya tidak mau berhubungan dengan warga miskin.
Baca: Cabang Olah Raga Balap Sepeda PORA XIII Berakhir, Ini Kontingen yang Meraih Juara Umum
Jika tidak diberi batasan tembok ini, mereka khawatir orang miskin akan menjarah rumah mereka.
Sebuah media lokal dari daerah setempat mengatakan, "rumah-rumah penduduk kota miskin hanya diterangi lilin dengan atap dan dinding yang rusak, sangat kontras dengan rumah bertingkat di kota sebelah yang dibangun dengan dana puluhan juta pounds."
Keberadaan tembok 'Wall of Shame' ini sebenarnya menuai banyak kritik dan kecaman dari warga Peru lainnya.
Mereka menganggap hal ini menyebabkan kesenjangan sosial dan rasis.
Baca: Kisah Guru Honorer yang Awalnya Digaji Rp50 Ribu per Bulan dan Nyambi Jadi Driver Ojol
Tidak semua orang miskin adalah penjahat dan penjarah yang suka mencuri.
Selain itu, dalam sebuah dokumenter yang diterbitkan oleh fotografer Johnny Milner juga memperlihatkan potret yang sama di kawasan lain.
Salah satunya adalah di Mumbai, India berbeda dengan di Peru, di daerah ini potret kontras antara orang kaya dan orang miskin juga terlihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wall-of-shame.jpg)