Raja Belanda Jadi Co-pilot, Penumpang: Tidak Setiap Hari Bisa Terbang Dengan Raja yang Jadi Pilot
Sementara beberapa penumpang mengaku ‘agak khawatrir’ ketika tahu Raja Willem-Alexander adalah seorang pilot paruh waktu saja.
SERAMBINEWS.COM - Baru-baru ini, Komite Nasional Keselamatan transportasi (KNKT) mengumumkan laporan awal kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 silam.
Dalam laporan awal tersebut disajikan data dari kotak hitam Flight Data Recoreder (FDR) yang menunjukkan bahwa sebelum jatuh, hidung pesawat Lion Air JT610 turun secara otomatis hampir 24 kali dalam 11 menit.
Baca: Jembatan Darurat Leupeum Kecamatan Sakti Banyak Makan Korban, Ini Kata Kepala Dinas PUPR Pidie
Oleh karenanya, pilot dan kopilot berulang kali berupaya untuk membawa pesawat naik kembali, sebelum akhirnya kehilangan kontrol dan menghantam laut.
Tercatat 13 kali pilot dan co-pilot Lion Air JT610 mencoba membawa pesawat naik kembali. Namun sayangnya mereka tidak bisa.
Baca: Sutopo BNPB Masuk Daftar The First Responders dari The Straits Times Asians of the Year 2018
Ada lagi kisah seorang pilot yang tertidur ketika mengemudikan pesawat. Alhasil, pesawat tersebut melewati bandara tujuan sejauh 46 km.
Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) mengatakan pesawat kargo milik Vortex Air terbang dari Kota Devonport di Tasmania menuju King Island tersebut terjadi pada 8 November lalu.
Baca: WhatsApp Bakal Rilis Fitur Baru, Panggilan Telepon dan Video Call Bisa Dilakukan Lewat Group
"Selama penerbangan, pilot sempat tertidur, sehingga pesawat tersebut melewati King Island sejauh 46 kilometer," kata ATSB.
Pilot pesawat jenist Piper PA-31 merupakan satu-satunya orang di dalam pesawat. Sehingga ketika pesawat tersebut melewati bandara tujuan sekitar Pukul 07.15 pagi tidak ada yang mengingatkan dia.
Baca: Potensi Migas di Laut Aceh akan Disurvei
Seperti yang kita tahu, menjadi pilot pesawat terbang tidaklah mudah.
Selain mengendarai salah satu transportasi terbesar di dunia, ia juga membawa ratusan nyawa bersamanya.
Nah, bagaimana jika ketika Anda naik pesawat, Presiden atau Raja negara Anda yang menjadi pilotnya?
Baca: Skenario Simulasi Gempa-Tsunami 1 Desember 2018, Ribuan Murid di Banda Aceh Lakukan Evakuasi Mandiri
Walau terdengar cukup mengagetkan, namun kisah ini benar adanya.
Dilansir dari dailymail.co.uk pada Rabu (28/11/2018), Raja Belanda, Raja Willem-Alexander, mengejutkan penumpang pesawat KLM bahwa ia menjadi co-pilot.
Kok bisa?
Baca: Penyebab Kematian Kreator Superhero Marvel Terungkap, Karena Dua Masalah Medis Ini
Diketahui, Raja Willem-Alexander adalah co-pilot yang bertugas di pesawat KLM penerbangan 1613 dari Bandara Schiphol, Amsterdam ke Bandara Ataturk di Istanbul pada hari Sabtu (24/11/2018).
Sebenarnya, hanya kru KLM yang tahu bahwa Raja Willem-Alexander menjadi co-pilot pada hari itu.
Baca: Makhluk Laut Misterius yang Terdampar di Pantai Selandia Baru, Alienkah?
Namun nyatanya beberapa penumpang mengakui melihat sang Raja berusia 51 tahun naik pesawat yang sama mereka.
Awalnya, mereka mengira Raja Willem-Alexander adalah penumpang.
Namun ketika mendengar suara Raja Willem-Alexander sebagai co-pilot, akhirnya penumpang tahu bahwa Raja Willem-Alexander menjadi co-pilot bukan penumpang.
Baca: Delapan Anggota Polres Bireuen Terima Penghargaan dari Kapolres Metro Bekasi Kota Jawa Barat
Beberapa penumpang pun mengaku terpukau bahwa Raja mereka bisa menerbangkan pesawat komersil.
“Tidak setiap hari Anda bisa terbang dengan seorang Raja yang menjadi pilot. Ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi saya,” ucap Dapat Unsalan, salah seorang penumpang.
Sementara beberapa penumpang mengaku ‘agak khawatrir’ ketika tahu Raja Willem-Alexander adalah seorang pilot paruh waktu saja.
Baca: Ahmadi Sampaikan Pembelaan Sendiri di Pengadilan Tipikor Jakarta
Tetapi mereka bisa merasakan bahwa sang Raja Belanda tersebut adalah pilot yang baik.
Sebab, ketika lepas landas hingga mendarat, seluruh sistem berjalan sangat baik.
Baca: Delapan Anggota Polres Bireuen Terima Penghargaan dari Kapolres Metro Bekasi Kota Jawa Barat
Total ada 131 penumpang di dalam pesawat tersebut dan rata-rata adalah warga Belanda yang sedang ingin liburan ke Istabul.
Tidak hanya itu, Raja Willem-Alexander juga menjadi co-pilot saat pesawat penerbangan pulang dari Istanbul kembali ke Amsterdam.
Jika Anda belum tahu, Raja Willem-Alexander memang memiliki lisensi sebagai pilot. Ia juga sering diam-diam terbang bersama KLM untuk KLM selama lebih dari 20 tahun.
Baca: Kejari Aceh Barat Musnahkan Barang Bukti Ganja, Sabu-sabu hingga Minuman Keras
Bahkan Raja yang naik tahta pada tahun 2013 tersebut juga sering menjadi kapten pesawat untuk perawat kerajaannya jika melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri.
Karena jam terbangnya tidak banyak seperti pilot pada umumnya, Raja Willem-Alexander hanya bisa melakukan penerbangan nasional dengan maskapai KLM.
Baca: Muksalmina Informasikan Jokowi Akan Saweu Aceh, Ini Jadwal dan Agendanya Selama Dua Hari
Ia juga hanya boleh melakukannya ketika tujuan penerbangan hanya di Eropa saja.
Wah, hebat sekali bukan Raja Willem-Alexander?
Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Ketika Raja Belanda Jadi Co-pilot Pesawat Komersial, Penumpang: Kapan Lagi Terbang Dengan Raja yang Jadi Pilot?