Breaking News:

LP Banda Aceh Bobol

Nasir Djamil: Kalapas Banda Aceh Kurang Humanis, Jadi Kurang Melakukan Pendekatan kepada Napi

Memang, kalapas cukup bagus dan selama beliau (di sana) tidak ada pungli, menegakkan disiplin. Tetapi (beliau) sepertinya kurang humanis.

Editor: Ansari Hasyim
IST
Nasir Djamil 

JAKARTA - Anggota DPR daerah pemilihan Aceh Nasir Djamil mengatakan, Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh harus dievaluasi pasca kaburnya narapidana dari lapas tersebut.

Menurut dia, kepala lapas itu tidak mendekati narapidana secara humanis.

Baca: Cerita Napi Kabur dari LP Lambaro, Lari Melewati Beberapa Kampung hingga Ditangkap di Lhokseumawe

"Memang, kalapas cukup bagus dan selama beliau (di sana) tidak ada pungli, menegakkan disiplin. Tetapi (beliau) sepertinya kurang humanis, jadi kurang melakukan pendekatan kepada napi," ujar Nasir di ketika dihubungi, Jumat (30/11/2018).

Napi Kabur di Lapas Banda Aceh Manfaatkan Waktu Shalat Berjamaah Nasir mengatakan, kinerja kepala lapas baik dalam segi penegakan disiplin dan standar prosedur operasi.

Baca: Terima Perintah Kapolda soal Napi Kabur dari LP Banda Aceh, Ini yang Dilakukan Aparat Polres Agara

Namun, seharusnya sikap disiplin itu dibarengi dengan pendekatan kepada narapidana. Kepala lapas bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) bisa rutin bertegur sapa dengan narapidana.

Aktivitas itu sekaligus untuk memantau perilaku napi di sana.

"Kalau mereka sudah memantau dan melihat, mereka mengetahui. Kalau mereka sering melakukan pemantauan, maka sudah mampu memegang dan menundukkan warga binaan," ujar Nasir.

Baca: 4 Fakta Pelaporan Habib Bahar ke Polisi, Begini Tanggapan Kepala Kantor Staf kepresidenan hingga MUI

Nasir sendiri baru saja meninjau kondisi lapas setelah peristiwa kaburnya narapidana.

Dia juga meminta Kementerian Hukum dan HAM mengusut provokator keributan di dalam lapas yang berujung kaburnya ratusan napi itu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami sebelumnya menjelaskan bahwa kaburnya para narapidana diduga karena tidak terima dengan penerapan standar prosedur operasi yang dilakukan kepala lapas.

Sebelum kejadian kaburnya para napi, kata Utami, terjadi pergantian kepala lapas. Pejabat yang baru memang dinilai cukup tegas dalam menjalankan aturan, termasuk saat memberikan segala perizinan kepada warga binaan.

"Kemungkinan mereka tidak terima dengan penegakan aturan yang dilakukan petugas, jadi mereka melawan," kata Utami. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nasir Djamil: Kepala Lapas Banda Aceh Kurang Pendekatan pada Napi ".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved