Ahmadi Divonis Tiga Tahun

Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi SE divonis tiga tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan

Ahmadi Divonis Tiga Tahun
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
BUPATI Bener Meriah nonaktif, Ahmadi saat menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/12). Ahmadi divonis pidana penjara selama 3 tahun dengan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan atas pemberian suap kepada Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf sebesar Rp 1 miliar yang diberikan secara bertahap. 

Ia menyayangkan fakta yang muncul di persidangan tidak disinggung sedikitpun. Ia menyebut, uang yang dia berikan adalah untuk keperluan meugang, bukan untuk Irwandi Yusuf. “Bencana besar di Aceh kalau uang meugang dianggap psrbuatan korupsi. Meugang di Aceh sudah berlangsung sejak zaman dahulu,” tukasnya. “Saya memberikan uang meugang Rp 500 juta. Sementara uang lainnya, bukan dari saya,” ujar Ahmadi lagi.

Kuasa hukum Ahmadi, Dwi Surya Hadibudi dan Wisnu Wardhana SH, juga menyayangkan pertimbangan majelis yag mengabaikan fakta di persidangan. “Dalam sidang, Irwandi Yusuf menyatakan tidak pernah memerintahkan Saiful Bahri mencari uang. Irwandi Yusuf juga tidak pernah menerima uang dari Ahmadi. Kalau disebut uang suap untuk mendapatkan proyek DOKA, tidak ada kontraktor Bener Meriah yang ikut tender,” ujar Budi.

Terhadap putusan hakim, baik Ahmadi dan kuasa hukumnya menyatakan masih pikir-pikir. “Saya akan konsultasikan lagi dengan penasihat hukum terkait putusan ini,” ujar Ahmadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi menyempatkan diri menngunjungi Ahmadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin kemarin. Keduanya juga menikmati makan siang bersama, setelah menunaikan shalat dzuhur berjamaah di masjid pengadilan.

Tgk Sarkawi dan Ahmadi makan nasi bungkus yang dipesan dari warung dekat gedung pengadilan. Saat makan, mereka duduk bersila, bersama-sama dengan sejumlah kerabat dan rombongan, termasuk Ketua KIP Bener Meriah, Muhtaruddin.

Sejak ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, baru kali ini Ahmadi dan Tgk Sarkawi bertemu. “Dulu beliau pernah datang ke ruang tahanan Guntur. Tapi kami tak bisa bertemu. Baru ini kami bertemu,” kata Ahmadi mengenai pertemuannya dengan Tgk Sarkawi.

Ahmadi dan Tgk Sarkawi pasangan yang berhasil memenangi kontestasi pemilihan kepala daerah Bener Meriah periode 2017-2022. Ahmadi berterimakasih kasih atas kunjungan Plt Bupati Bener Meriah itu.

“Kami berdiskusi antara lain tentang pelaksanaan visi dan misi pada saat pencalonan. Saya tentu mengharapkan program-program strategis pemerintahan tetap dijalankan, meski saya sudah tidak aktif,” kata Ahmadi.

Saat ditanya maksud kunjunganya menemui Bupati Ahmadi, Tgk Sarkawi mengatakan ingin memberi semangat kepada Bupati Ahmadi. “Kita doakan beliau tabah dan tetap istiqamah apapun hasil vonis pengadilan. Semuanya adalah ketentuan Yang Maha Kuasa,” ujar Tgk Sarkawi.

Mengenai program-program prioritas dan strategis daerah yang sudah mereka canangkan, menurut Tgk Sarkawi tetap dijalankan. “Tidak ada yang berubah. Program strategis kita jalankan. Seperti yang sudah kita canangkan. Antara lain peningkatan hidup petani, syariat Islam dan sebagainya,” sebut Tgk Sarkawi sesaat sebelum meninggalkan gedung pengadilan.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved