GeRAK Usul Kadis ‘Dikurung’

Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, mengusulkan agar kepala dinas (kadis)

GeRAK Usul Kadis ‘Dikurung’
ASKHALANI, Koordinator GeRAK Aceh 

Rendahnya realisasi anggaran tersebut telah mendorong Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, untuk menyarankan agar Plt Gubernur Aceh melarang para kepala dinas (kadis) yang tak mencapai grade kinerja bepergian ke luar daerah.

Menurut data dari P2K Setda Aceh, sampai 6 Desember 2018, sebut Jamaluddin, ada sekitar 1.117 paket proyek yang realisasi fsiknya sudah di atas 95% bahkan mencapai 100%. Tapi kontraktornya baru menarik dana proyeknya sekitar 30-50%. “Ini artinya, banyak yang belum menarik dana proyeknya sampai 100 persen,” simpul Jamaluddin.

Kecuali itu, ada 758 paket proyek yang realisasinya sudah di atas 94%, tapi rekanannya baru menarik dana sekitar 30%. Seharusnya, dengan realisasi fisik sebesar itu, rekanan sudah bisa tarik dana proyek 50-75%.

Terhadap masalah ini, kata Jamaluddin, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT, dalam Rapat Pimpinan Evaluasi Pelaksanaan Proyek APBA 2018, dalam pidato pengarahannya memerintahkan kepada semua kepala dinas dan badan agar menyerukan kepada rekanan yang sudah menyelesaikan pekerjaan fisiknya 100% untuk segera menarik dana proyeknya sampai 100%. Tujuannya, supaya daya serap keuangan bisa naik dari 61,1 menjadi 75% pada pekan depan.

Jamaluddin menambahkan, realisasi keuangan APBA 2018 masih rendah, bukan disebabkan kinerja dinas dan badan yang rendah, melainkan tipikal kontraktor yang satu dengan lainnya berbeda.

Menurut Jamaluddin, ada kontraktor yang setelah teken kontrak dan menerima uang muka kerja 20-30% dari nilai kontraknya, ia tidak melakukan pengamprahan tahap berikutnya sampai 50%, melainkan baru mengamprah lagi dana proyeknya langsung 100%, setelah proyeknya tuntas 100% menjelang akhir tahun.

Tipikal kontraktor yang seperti itu, lanjut Jamaluddin, banyak di Aceh. Alasan mereka adalah tidak mau direpotkan dengan urusan administrasi pengamprahan yang terkadang berbelit.

Ada juga, kata Jamaluddin, tipikal kontraktor yang melakukan pengamrahan dana proyek sesuai tahapannya, yakni 20%, kemudian 50%, dan terakhir 100%. “Tapi jumlah kontraktor yang tipikal seperti ini ya sedikit,” timpal Jamaluddin.

Akibatnya, kontraktor yang mengamprah dana proyek tidak sesuai tahapannya akan membuat daya serap APBA 2018 masih rendah, yakni baru 61,1% sampai posisi 3 Desember 2018. Sedeangkan realisasi fisik nya sudah 75%.

Kecuali itu, lanjut Jamaluddin, banyak juga pengusaha yang terlambat melaksanakan realisasai fisik proyeknya di lapangan, sehingga program proyeknya belum memenuhi target. Otomatis rekanan tersebut belum berani mengamprah dana tahapan proyeknya.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved